Elektrostatik Adalah


Elektrostatik adalah suatu muatan listik pada permukaan benda yang terjadi karena ketidak seimbangan jumlah elektron (bermuatan negatif) terhadap proton (bermuatan positif). Jika kelebihan elektron, dapat di katakan benda tersebut bermuatan negatif. jika terjadi sebaliknya, maka benda tersebut bermuatan positif. Benda yang bermuatan sejenis atau mempunyai polaritas muatan yang sama (positif dengan positif, atau negatif dengan negatif) akan tolak-menolak, sedangkan benda –benda yang berbeda muatan (positif dengan negatif) akan saling tarik menarik. Jika jumlah elektron = proton, maka dikatakan bahwa benda tersebut adalah netral atau ‘tidak bermuatan’ kalau muatan listrik itu “diam” dipermukaan suatu benda, maka dikatakan bahwa benda tersebut bermuatan listrik static (Hukum Coulomb).

Fenomena elektrostatik sudah di kenal manusia sejak dulu karena mudah ditemukan di alam sekitar. Contoh eksperimen sederhana yang pernah di ajarkan pada bangku sekolah, sisir plastik yang digosok dengan kain, lalu di dekatkan dekat lengan, akan menarik rambut-rambut di kulit lengan, atau jika didekatkan ke sobekan-sobekan kertas diatas meja maka sisir plastik akan menarik sobekan-sobekan kertas tersebut. Syaratnya : sisir dan kainnya mesti kering. Jika basah, tak cukup banyak muatan listrik yang dihasilkan.

Elektrostatik Adalah

Cara mudah menimbulkan muatan listrik statik, seperti eksperimen sederhana diatas, adalah dengan menggosok atau menggesek permukaan suatu benda dengan benda lain. Cara ini dikenal dengan nama triboelectric charging (pemberian muatan secara triboelektrik). Besar dan jenis muatan yang ditimbulkan tergantung pada banyak hal : jenis benda, kelembaban udara, luas permukaan kontak, kecepatan dan tekanan pada saat bergesekan dan pemisahan. Makin luas permukaan kontak, maka makin tinggi muatan statik yang dihasilkan. Untuk benda padat, kita bisa mem-prediksi jenis muatan yang dihasilkan dari deret triboelektrik

Keberadaan muatan listrik statik dapat diketahui dengan mudah, yaitu dengan menggunakan alat pengukur electrostatic field meter, Jika anda membutuhkan electrostatic field meter  silahkan untuk menghubungi kami.

Ayakan Obat

Pada artikel sebelumnya kami sudah menjelaskan fungsi dasar dari ayakan. Pada industri farmasi ayakan sangatlah berguna, yaitu untuk menyaring bubuk-bubuk obat ke dalam bentuk - bentuk tertentu (seragam) untuk mencapai ukuran tersebut maka memerlukan alat ini. Hal ini perlu dilakukan agar racikan obat bisa sesuai dengan standar obat tersebut.

Ayakan Obat

Jika anda membutuhkan alat tersebut silahkan untuk menghubungi kami.

Alat Pendeteksi Pohon Tumbang

Alat Pendeteksi Pohon Tumbang.

Memasuki musim penghujan baik di awal musim maupun saat musim hujan lebat dengan intensitas yang tinggi, orang-orang dihadapkan pada potensi masalah bukan hanya penyakit, kemacetan, atau bencana banjir melainkan juga bahaya dari pepohonan. Ya, pepohonan yang menjadi aset kita bersama ini memiliki potensi bahaya terutama di saat musim hujan lebat disertai angin kencang. 

Bahaya yang sering terjadi adalah pohon tumbang. Pohon tumbang dikarenakan bagian dalam batang pohon tersebut sudah berongga dimakan oleh ulat batang dan rayap sehingga menjadi keropos dan tidak kuat menopang cabang-cabang dan kanopi. Akan tetapi, pohon seringkali terlihat kokoh dari luarnya namun ternyata berpotensi membahayakan. 
Mengapa perlu Alat Pendeteksi Kerusakan Pohon ?

Hal ini menjadi dilema bila harus menebang semua pohon karena perannya sebagai penyedia oksigen dan penyejuk udara tidak mungkin tergantikan dengan cepat oleh penenaman kembali. Butuh waktu bertahun-tahun lamanya untuk bisa menyamai kapasitas pohon yang ditebang tersebut.

Terlebih lagi di beberapa lembaga/instansi, pepohonan terdata menjadi aset. Menebangnya sama saja mengurangi aset. Dengan adanya dilema tersebut, otoritas penanggung jawab kelestarian lingkungan sudah selayaknya memiliki alat pendeteksi pohon tumbang untuk mensortir pepohonan yang perlu ditebang sehingga meminimalisir bahaya yang terjadi. 

Kami menjual Alat pendeteksi pohon tumbang (Akustik Tomograf) alat ini sangat dibutuhkan karena mampu mendeteksi pohon tumbang (sudah layak untuk di tebang) alat ini 8 buah sensor piezoelektrik yang diketuk secara bergantian yang ditancapkan di batang pohon kemudian menghasilkan output yang akurat dalam software. Software akan menerjemahkan lamanya gelombang akustik yang diterima oleh masing-masing sensor sebagai tingkat kepadatan batang pohon. Pengujian dapat dilakukan dengan single layer ataupun multilayer untuk mendapatkan informasi panjangnya rongga.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Pengayakan

kelebihan dan kekurangan metode pengayakan

Pemisahan partikel dengan metode pengayakan terdapat kelebihan dan kekurangan, berikut ini kelebihan dan kekurangan metode pengayakan :
Kelebihan dari metode pengayakan antara lain.
  1. Lebih cepat dan praktis.
  2. Dapat diketahui ukuran partikel dari kecil sampai besar.
  3. Dalam waktu relatif singkat dapat diperoleh hasil yang diinginkan.
  4. Tidak bersifat subyektif.
  5. Lebih mudah diamati.
  6. Tidak membutuhkan ketelitian mata pengamat.
kekurangan dari metode pengayakan antara lain.
  1. Tidak dapat mengetahui bentuk partikel secara pasti seperti pada metode mikroskop.
  2. Ukuran partikel tidak pasti karena ditentukan secara kelompok (berdasarkan keseragaman). Tidak dapat menentukan diameter partikel karena ukuran partikel diperoleh berdasarkan nomor mesh ayakan.
  3. Adanya agregasi karena adanya getaran sehingga mempengaruhi validasi data.
  4. Tidak dapat melihat bentuk partikel dan dapat menyebabkan erosi pada bahan-bahan granul.

Memilih Flow Meter

Flow Meter Adalah alat ukur kecepatan aliran, Di penjelasan kami seblumnya ada beberapa jenis flow meter, lantas bagaimana cara memilih flow meter yang sesuai dengan kebutuhan Anda. 

Cara memilih jenis flow meter harus mengetahui karakteristik dari fluida yang akan diukur oleh flow meter, karakteristik  mulai dari tingkat corosive fluida dimana untuk fluida yang tingkat keasamannya tinggi mungkin lebih cocok jika menggunakan  flow meter dari bahan PVC / non logam.

memilih flow meter

Dari hasil penelitian kesalahan terbesar dari pembeli flow meter dan alat instrument lainya ada dua sebab yaitu pembeli tidak mengerti dan memahami bahkan kesulitan merumuskan spesifikasi alat instrument yang akan di beli. Penyebab kedua adalah para penjual  yang dasarnya hanya jualan maunya flow meter yang tersedia atau ready stock segera terjual. Karena itu bisa berakibat fatal sehingga akurasi flow meter tidak tercapai, manfaat tambahan tidak ada.

Ada banyak jenis flow meter yang digunakan industri yaitu electromagnetic flow meter, ultrasonic flow meter,  coriolis mass flow meter dan lainya. Dan dari segi aplikasi banyak digolongkan seperti water meter, fuel meter, solar meter, flow meter air, lumpur, limbah, air laut, air sumur dan sebagainya. Ada juga berdasarkan  cara instalasi seperti flow meter clamp on, flow meter portable, flow meter in line, flow meter insertion dan open channel flow meter.

Jenis Jenis Flow Meter


Di pasaran banyak beredar berbagai jenis jenis flow meter. Jenis flowmeter terbagi dalam beberapa jenis yang disesuaikan dengan fungsi dan aplikasi flow meter. Hal ini penting digunakan sebagai acuan untuk memilih jenis flow meter yang disesuaikan dengan kebutuhan, berikut ini adalah jenis jenis flow meter :

1. Orifice Flow Meter 
Jenis ini bisa digunakan untuk mengukur aliran cairan, gas dan juga bisa di aplikasikan pada aliran uap. Flow meter jenis ini terbuat dari bahan UPVC, PE dan PP atau PTFE sangat cocok untuk aplikasi chemical dan corosive. Jenis ini juga di aplikasikan untuk cairan material yang kental seperti cairan slude atau mengukur gas yang mempunyai tingkat humidity yang tinggi. 

jenis jenis flow meter

2. Glass Tube Flow Meter
Jenis flow meter ini banyak digunakan untuk aplikasi pemasangan dengan sistem vertikal dan besaran flow rate yang bisa langsung terbaca pada tabung kaca yang mana kaca tersebut terbuat dari bahan kaca cukup baik yaitu pyrex glass. Jenis flow meter ini banyak digunakan ketika instalasi pipa cairan tidak mempunyai area horisontal yang memadai sehinggga tidak terlalu membutuhkan area yang luas.

jenis jenis flow meter

3. Coriolis Masa Flow Meter
Jenis flow meter ini merupakan alat untuk mengukur massa cairan yang bergerak dalam tabung tertentu. Seperti digunkan di dalam mesin, dimana bahan bakar akan bergerak melalui saluran bahan bakar dimana jumlah minyak yang benar harus dihitung dan setiap sistem lain dimana jumlah persisnya substansi harus diketahui. Flow Meter jenis ini mengukur massa fluida.

jenis jenis flow meter

4. Ultrasonic Flow Meter
Ultrasonic flow meter merupakan alat ukur dengan cara kerja tidak mengukur secara langsung ( inferensial ) karena sensor tidak langsung mengukur kecepatan aliran fluida dalam pipa, yang diukur adalah selisih waktu,  dengan mengukur waktu transit pulsa suara pada frekuensi yang tinggi (high-frequency sound pulses) yang melintasi pada pipa beraliran fluida.

jenis jenis flow meter

5. Turbine Flow Meter
Turbine Flow meter pada dasrnya menggunakan prinsip dari woltmann rotating vane meter, dimana didalam Flow meterterdapat vane atau turbine atau impeller yang akan berputar saat fluid mengalir kedalam flow meter sehingga cukup tepat digunakan untuk mengukur fluid yang flow nya rendah namun punya pressure yang sangat tinggi.

jenis jenis flow meter

6. Electromagnetic Flow Meter
Electromagnetic Flowmeter merupakan jenis flow meter yang mempunyai populasi tertinggi untuk Flowmeter yang digunakan mengukur aliran fluid baik berupa air atau cairan lainnya baik aliran yang corosive, kotor dan lumpur. Karena pemakiannya yang cukup banyak sebagian besar para produsen flow meter mempunyai produk jenis electromagnetic flow meter.

jenis jenis flow meter



Fungsi Flow Meter

Dalam kegunaan utama alat ukur flow meter untuk mengukur kecepatan aliran cairan, gas atu bubuk yang berada di dalam aliran pipa atau semacamnya. Namun dalam aplikasinya ada beberapa fungsi flow meter yaitu :

1. Flow meter untuk mengukur kecepatan dari aliran suatu cairan, besaran debit atau flow rate dari suatu cairan serta total volume dari suatu cairan setelah waktu tertentu.

2. Untuk memantau dan mengetahui aliran udara dan lainya Flow meter bisa digunakan sebagai acuan besar kecilnya kebutuhan udara atau air dengann menyetel valve sehingga mesin yang membutuhkan udara lebih kecil bisa di sesuaiakan alirannya dan begitu juga sebaliknya. Sehingga tidak ada lagi kekuranagan udara atau air untuk mesin2 yang membutuhkan lebih banyak.

3. Untuk melakukan efektifitas pengecekan performa mesin,  flow meter sering digunakan di perusahaan manufacture, untuk mengukur kapasitas dan performa pompa, compressor dan cooling system. Sehingga kerusakan mesin yang lebih besar, bisa di ketahui sedini mungkin karena adanya ketidak beresan mesin. Sehingga break down machine bisa di hindari dengan melakukan perawatan sesuai schedule, beradasarkan analisa hasil pengukuran sitem pendinginan atau lainya dengan menggunakan flow meter yang portable.
4. Flow meter bisa digunakan sebagai acuan besar kecilnya kebutuhan udara atau air dengan menyetel valve sehingga mesin yang membutuhkan udara lebih kecil bisa di sesuaiakan alirannya dan begitu juga sebaliknya. Sehingga tidak ada lagi kekuranagan udara atau air untuk mesin-mesin yang membutuhkan lebih banyak.
5. Flow meter bisa di aplikasikan untuk mendapatkan kualitas hasil produksi yang konsisten dengan mengaplikasikan pada batching system. Di banyak pabrik makanan flow meter bisa digunakan untuk mengkur volume cairan guna mixing cairan yang berbeda sehingga kwalitas mixing bisa terjaga konsistenya.
6. Pada proses pengolahan limbah flow meter mempunyai fungsi yang sangat vital baik digunakan untuk mengukur hasil proses maupun guna mendapatkan optimalisasi penggunaan bahan kimia seperti penggunaan koagulan maupun flokulan sehingga besaran biaya proses pengolahan limbah bisa dipantau.
Fungsi Flow Meter

Alat Ukur Flow Meter

Alat ukur flow meter adalah suatu alat ukur  untuk mengetahui adanya suatu aliran material  berupa (cairan, gas dan bubuk) dalam suatu jalur aliran. Flow meter dapat mengukur kecepatan aliran atau flow rate dan total massa atau volume dari suatu material yang mengalair dalam jangka waktu tertentu.
Dengan diketahuniya parameter dari aliran suatu material oleh alat ukur flow meter yang dikirim berupa data (nilai), dapat juga diteruskan guna menghasilkan aliran listrik atau sinyal yang bisa digunakan sebagai input pada control atau rangkaian electric lainnya.
Pada kasus tertentu flow meter bisa digunakan untuk mendapatkan efisiensi dari suatu proses dengan cara melakukan adjustment besar kecilnya suatu aliran fluida. Seperti di industri manufacture dimana kebutuhan air, udara bertekanan dan steam yang tentunya besar kecilnya harus mengacu pada kebutuhan lini produksi berdasarkan konsumsi mesin pada proses produksi.
Flow Meter adalah

Mikrometer Luar

Mikrometer luar adalah alat ukur dimensi yang digunakan untuk pengukuran ukuran bagian luar dari suatu benda ataupun produk. Ketelitian ukuran yang dimiliki adalah sebesar 0,01 mm. Guna memberikan gambaran berapa ukuran 0,01 mm tersebut, contoh bahwa besar rambut seseorang perhelai adalah sebesar 0,03 mm. jadi mikrometer mempunyai ketelitian yang lebih kecil dibandingkan dengan ukuran satu helai rambut. Mikrometer luar dapat digunakan untuk pengukuran benda berbentuk bulat, persegi dan rata.

mikrometer luar


Mikrometer luar tersedia dalam beberapa ukuran rangkanya, sehingga alat ini dapat digunakan untuk pengukuran secara luas. Kenaikan tiap ukuran sebesar 25 mm, sehingga mikrometer yang tersedia dipasaran adalah sebagai berikut: 0 sampai 25 mm, 25 sampai 50 mm, 50 – 75 mm, 75 – 100 mm dan seterusnya.

Ayakan Vibrating (Vibrating Screen)

Ayakan vibrating (Vibrating screen) adalah alat ukur pemisahan secara mekanis dengan pola pengayakan dan penyaringan yang ukuran bahan disesuaikan dengan kain (screen) yang digunakan. kain (screen) berfungsi sebagai saringan, saringan yang digunakan pada alat ini dapat dibuat tersusun bertingkat atau hanya terdiri atas satu saringan. Saringan yang digunakan memiliki nilai mess yang menyatakan jumlah lubang per 1 mm2. Saringan yang digunakan pada alat Vibrating screener umunya memiliki nilai mess 100 sampai 200. Saringan bertingkat dengan nilai mess sama akan memperbaiki kualitas dan keseragaman hasil, sedangkan saringan bertingkat dengan nilai mess berbeda akan menghasilkan beberapa produk dengan keseragaman berbeda.

ayakan vibrating

Material yang diayak bergerak-gerak diatas ayakan, berdesakan melalui lubang kemudian terbagi menjadi fraksi-fraksi yang berbeda. Hal ini dapat terjadi  akibat dari perubahan posisi permukaan ayakan atau melalui pergeseran material yang diayak. Beberapa mesin pengayak bekerja dengan gerakan melingkar atau elipsoid terhadap permukaan ayakan. Pada jenis ayakan statis, bahan yang diayak dipaksa melalui lubang dengan menggunakan bantuan udara kencang atau air deras.

Oleh karena itu penggunaan ayakan dari logam sering menyebabkan tidak tersatukan dengan bahan obat (asam salisilat, reaksi gugus hidroksil fenolik dengan ion Fe3+, belerang, warna hitam akibat terbentuknya tembaga sulfida, asam askorbat, penguraian oksidatif), maka ayakan dari bahan sintetis menjadi semakin banyak digunakan.

Metode Pengayakan

Di dalam pengukuran material yang sudah di ayak, pengayakan mempunyai 2 metode yang dilakukan tergantung dari material yang akan di analisa antara lain :

1. Metode Pengayakan dengan Gerakan Vertikal
Dalam metode pengayakan ini, sampel terlempar ke atas secara vertikal dengan sedikit gerakan melingkar sehingga menyebabkan pelemparan pada sampel dan terjadi pemisahan secara menyeluruh, pada saat yang bersamaan sampel yang terlempar ke atas akan berputar dan jatuh dari atas permukaan ayakan, sampel dengan ukuran yang lebih kecil dari lubang ayakan akan melewati saringan saringan dan yang ukuran lebih besar akan dilemparkan ke atas lagi dan begitu seterusnya. 
Metode Pengayakan Vertikal

2. Ayakan Pengayakan dengan Gerakan Horizontal
Dalam metode pengayakan ini, sampel bergerak secara horizontal pada bidang permukaan ayakan, metode ini baik digunakan untuk sampel yang berbentuk jarum, datar, panjang atau berbentuk serat.

Metode Pengayakan Horizontal

Mesh Adalah

Mesh adalah ukuran dari jumlah lubang suatu jaring  dalam 1 inch persegi jaring  yang bisa dilalui oleh material padat. Contoh mesh 20 memilki arti terdapat 20 lubang pada bidang jaring seluas 1 inch, demikian seterusnya. Istilah mesh banyak digunakan pada proses penghalusan atau penyaringan suatu bahan padatan, yang sebelum dihaluskan memiliki ukuran yang lebih besar. Pabrik semen, industri metalurgi, pabrik powder kosmetik, industri powder makanan dan industri granule (beras, jagung danvlainnya) menggunakan ukuran mesh dalam proses produksi nya. Berikut ini Tabel Perbandingan ukuran yang sering digunakan dalam industri tersebut

Tabel Perbandingan Ukuran Mesh : Inci : Millimeter : Mikrometer
Mesh Inci Millimeter Mikrometer
3 0.2650 6.730 6730
4 0.1870 4.760 4760
5 0.1570 4.000 4000
6 0.1320 3.360 3360
7 0.1110 2.830 2830
8 0.0937 2.380 2380
10 0.0787 2.000 2000
12 0.0661 1.680 1680
14 0.0555 1.410 1410
16 0.0469 1.190 1190
18 0.0394 1.000 1000
20 0.0331 0.841 841
25 0.0280 0.707 707
28 0.0238 0.700 700
30 0.0232 0.595 595
35 0.0197 0.500 500
40 0.0165 0.420 420
45 0.0138 0.354 354
50 0.0117 0.297 297
60 0.0098 0.250 250
70 0.0083 0.210 210
80 0.0070 0.177 177
100 0.0059 0.149 149
120 0.0049 0.125 125
140 0.0041 0.105 105
170 0.0035 0.088 88
200 0.0029 0.074 74
230 0.0024 0.063 63
270 0.0021 0.053 53
325 0.0017 0.044 44
400 0.0015 0.037 37
550 0.00099 0.025 25
625 0.00079 0.020 20
1200 0.0005 0.012 12
1250 0.000394 0.010 10
2500 0.000197 0.005 5
4800 0.000118 0.003 3
5000 0.000099 0.0025 2.5
12000 0.0000394 0.001 1

Makin besar angka ukuran mesh ayakan, makin halus material yang bisa terloloskan. Dari tabel di atas, ayakan dengan ukuran mesh 12000 mampu menyaring partikel dengan ukuran 1 μm ; benda asing berukuran di atas 1 mikron mampu disaring menggunakan filter yang memiliki ukuran mesh 12.000. 
Mesh Adalah

Teknik Pengayakan

Dalam melakukan pengayakan, ada 2 jenis teknik pengayakan yaitu : 

1.Teknik Pengayakan Manual
Teknik pengayakan manual adalah pengayakan yang dilakukan dengan menggerakan ayakan dengan 2 tangan. Gerakan tersebut terus dilakukan sehingga mendapatkan material yang seragam. 
 
teknik pengayakan
 
 
2.Teknik Pengayakan Mekanik
Teknik Pengayakan mekanik adalah pengayakan yang dilakukan dengan menggunakan bantuan mesin, umumnya mesin ayakan tersebut dilengkapi dengan 1 set ukuran ayakan yang sudah memiliki standar.
 
teknik pengayakan

Standar Ukuran Ayakan

Standar Ukuran Ayakan
Sebelum melakukan pengukuran material dengan metode pengayakan tentukan terlebih dahulu standar ukuran ayakan, setiap produk memungkinkan memiliki standar ukuran ayakan berbeda untuk mendapatkan ukuran (nilai) yang seragam pada produknya. Ukuran yang digunakan bisa dinyatakan dengan mesh maupun satuan mm. Yang dimaksud mesh adalah jumlah lubang yang terdapat dalam satu inchi persegi (square inch), sementara jika dinyatakan dalam mm maka angka yang ditunjukkan merupakan besar material yang diayak. Perbandingan antara luas lubang bukaan dengan luas permukaan ayakan disebut presentase opening. Pelolosan material dalam ayakan dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu :  
1. Ukuran material yang sesuai dengan lubang ayakan.
2. Ukuran rata-rata material yang menembus lubang ayakan.
3. Sudut yang dibentuk oleh gaya pukulan partikel.
4. Komposisi air dalam material yang akan diayak.
5. Letak perlapisan material pada permukaan sebelum diayak.
Dalam pengayakan bahan melalui ayakan seri (sieve shaker) yang mempunyai ukuran lubang ayakan semakin kecil. Setiap pemisahan berdasarkan ukuran diperlukan pengayakan. Ayakan mampu mengukur partikel dari 76 mm sampai dengan 38 µm. Operasi pengayakan dilakukan dengan melewatkan material pada suatu permukaan yang banyak lubang atau opening dengan ukuran yang sesuai. Dari hasil pengayakan akan didapatkan 2 fraksi yaitu yaitu fraksi oversize dan fraksi undersize. Fraksi oversize adalah padatan yang tertahan diatas ayakan akibat diameter partikel padatan lebih besar daripada diameter lubang yang ada  pada ayakan. Fraksi undersize adalah padatan yang berhasil lolos dari ayakan karena diameter partikel padatan lebih kecil daripada diameter lubang yang ada pada ayakan. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.
standar ukuran ayakan
Jika ayakan lebih dari 2 ayakan yang berbeda ukuran lubangnya, maka akan diperoleh fraksi-fraksi padatan dengan ukuran  padatan sesuai dengan ukuran lubang ayakan. Pengayakan biasanya dilakukan dalam keadaan kering untuk material kasar, dapat optimal sampai dengan ukuran 10 in (10 mesh). Sedangkan pengayakan dalam keadaan basah biasanya untuk material yang halus mulai dari ukuran 20 in sampai dengan ukuran 35 in.