Mengenal Sifat Teknologi Material

Mengenal sifat teknologis material merupakan sifat bahan yang menunjukkan kemampuan atau kemudahan suatu bahan dikerjakan dengan suatu metode proses produksi tertentu. Yang termasuk dalam kategori sifat teknologi bahan adalah: sifat mampu las, sifat mampu bentuk, sifat mampu cor, sifat mampu bentuk, sifat mampu mesin, dan lain sebagainya. Bahan atau logam biasanya diproses menjadi barang setengah jadi maupun produk akhir melalui satu atau gabungan dari beberapa proses seperti pengecoran, rolling, proses las, maupun proses pengerjaan panas lainnya. Sifat yang menunjukkan kemudahan bahan dapat dikerjakan dengan proses-proses tersebut dikatakan sebagai sifat teknologi.
1.Sifat mampu cor
adalah sifat yang ditunjukkan suatu bahan sehingga dapat dikerjakan dengan proses cor. Contoh bahan besi cor, aluminium, dan baja cor, semuanya ini memiliki sifat mampu cor yang baik.
sifat pengecoran material

2. Sifat Mampu Las
adalah sifat yang ditunjukkan oleh suatu bahan sehingga bisa dikerjakan dengan proses las. Contoh bahan baja, aluminium, tembaga, stainless steel, semuanya ini memiliki sifat mampu las yang baik.
sifat pengelasan material

3. Sifat Mampu Bentuk
adalah sifat yang ditunjukkan suatu bahan sehingga mampu dibentuk tanpa mengalami kerusakan bahan. Contoh bahan baja, aluminium, tembaga, timah, kuningan. Semua ini merupakan bahan yang memiliki sifat mampu bentuk yang baik.
sifat bentuk material

Mengenal Sifat Fisik Material

Mengenal Sifat Fisik Material
Mengenal sifat fisik suatu material adalah bagaimana keadaan logam itu apabila mengalami peristiwa fisika, misalnya keadaan waktu terkena pengaruh panas dan pengaruh listrik. Karena pengaruh panas, benda akan mencair atau mengalami perubahan bentuk dan ukurannya. Dari sifat fisis itu, dapat ditentukan titik cair suatu bahan dan titik didihnya, sifat menghantarkan panas, keadaan pemuaian pada waktu menerima panas, perubahan bentuknya karena panas, dan lain-lain.
Pengaruh panas yang diterima oleh suatu bahan dengan sendirinya dapat berhubungan dengan sifat mekanis bahan tersebut, bahkan karena panas yang diterima oleh bahan tersebut dapat mengubah sifat mekanis dari bahan tersebut. Misalnya, pada proses penyepuhan logam yang dipanaskan pada suhu tertentu dan setelah itu didinginkan secara tiba-tiba bahan tersebut akan menjadi keras, dan apabila bahan yang dipanaskan dan didinginkan dengan perlahan maka diperoleh kekerasanya lebih rendah dibandingkan dengan bahan yang didinginkan secara cepat. Yang termasuk golongan sifat fisik ini diantaranya adalah:
1. Titik cair
Titik cair suatu benda adalah suhu di mana benda tersebut akan berubah wujud menjadi benda cair. Setiap benda memiliki titik cair yang berbeda. Besi akan mencair jika dipanaskan mencapai suhu 1538 °C. Aluminium juga akan mencair jika dipanaskan pada suhu diatas 660 °C.
2. Konduktivitas Termal / Panas
Mengapa kebanyakan alat masak terbuat dari aluminium ? Andaikan tangan kiri anda memegang besi, tangan kanan anda memegang kaca, lalu besi dan kaca disentuhkan ke api. Tangan kiri atau tangan kanan yang lebih cepat merasakan panas ? Pertanyaan-pertanyaan ini dan mungkin pertanyaan lain yang akan anda tanyakan, berkaitan dengan konduktivitas termal benda. Konduktivitas panas suatu benda adalah kemampuan suatu benda untuk memindahkan kalor/panas melalui benda tersebut. Benda yang memiliki konduktivitas panas besar merupakan penghantar kalor yang baik (konduktor termal yang baik). Sebaliknya, benda yang memiliki konduktivitas panas kecil merupakan penghantar kalor yang buruk (konduktor panas yang buruk). Dibawah ini merupakan tabel Nilai Konduktivitas Termal dari bahan yang berbeda.
tabel Nilai Konduktivitas Termal
3. Panas / Kalor Jenis
Kalor jenis suatu benda menyatakan kemampuan suatu benda untuk menyerap kalor atau melepaskan kalor. Semakin besar kalor jenis suatu benda, semakin kecil kemampuan benda tersebut menyerap atau melepaskan kalor. Semakin kecil kalor jenis benda, semakin baik kemampuan benda tersebut menyerap atau melepaskan kalor. Emas mempunyai kalor jenis lebih kecil sehingga emas lebih cepat menyerap atau melepaskan kalor. Sebaliknya air mempunyai kalor jenis besar sehingga air lebih lambat menyerap atau melepaskan kalor.
4. Berat Jenis dan Massa Jenis
Masa Jenis atau sering disebut desitas (density) merupakan massa suatu benda per satuan volumenya. Masa jenis dilambangkan dengan huruf yunani p dibaca “rho”).

Mengenal Sifat Mekanik Material

Mengenal Sifat Mekanik Material

Setiap material yang diuji dibuat dalam bentuk sampel kecil atau spesimen. Spesimen pengujian dapat mewakili seluruh material apabila berasal dari jenis, komposisi dan perlakuan yang sama. Sifat mekanik tersebut meliputi antara lain: kekuatan tarik, ketangguhan, kelenturan, keuletan, kekerasan, ketahanan aus, kekuatan impak, kekuatan mulur, kekeuatan leleh dan sebagainya. Sifar-sifat mekanik material yang perlu diperhatikan:
  • Tegangan yaitu gaya diserap oleh material selama berdeformasi  persatuan luas.
  • Regangan yaitu besar deformasi persatuan luas.
  • Modulus elastisitas yang menunjukkan ukuran kekuatan material.
  • Kekuatan yaitu besarnya tegangan untuk mendeformasi material atau kemampuan material untuk menahan deformasi.
  • Kekuatan luluh yaitu besarnya tegangan yang dibutuhkan untuk mendeformasi plastis.
  • Kekuatan tarik adalah kekuatan maksimum yang berdasarkan pada ukuran mula.
  • Keuletan yaitu besar deformasi plastis sampai terjadi patah.
  • Ketangguhan yaitu besar energi yang diperlukan sampai terjadi perpatahan.
  • Kekerasan yaitu kemampuan material menahan deformasi plastis lokal akibat penetrasi pada permukaan. Beberapa sifat mekanik antara lain :
KETANGGUHAN (TOUGHNESS)
Untuk mendapatkan sifat mekanik material, biasanya dilakukan pengujian mekanik. Pengujian mekanik pada dasarnya bersifat merusak  (destructive test), dari pengujian tersebut akan dihasilkan kurva atau data yang mencirikan keadaan dari material tersebut.


KEKUATAN (STRENGHT)
Menyatakan kemampuan bahan untuk menerima tegangan tanpa menyebabkan bahan menjadi patah, kekuatan ini terdiri dari : kekuatan tarik, kekuatan tekan, kekuatan geser, dan lain sebagainya.
Alat uji kekuatan
KEKERASAN (HARDNESS)
Menyatakan kemampuan bahan untuk tahan terhadap goresan, pengikisan
(abrasi).Sifat ini berkaitan terhadap sifat tahan aus (wear resistance).


alat uji kekerasan

KEKENYALAN (ELASTICITY)
Menyatakan kemampuan bahan untuk menerima tegangan tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk yang permanent setelah tegangan dihilangkan. Tetapi apabila tegangan melampaui batas maka perubahan bentuk akan terjadi walaupun beban dihilangkan.
alat uji kekenyalan

KEKAKUAN (STIFNESS)
Adalah kemampuan bahan untuk menerima tegangan atau beban tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk atau defleksi.
alat uji kekakuan

Menyatakan kemampuan bahan untuk mengalami sejumlah deformasi plastis   (yang permanent) tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan. Sifat ini sering disebut sebagai keuletan (ductility).
Alat uji palstik

Menyatakan kemampuan bahan untuk menyerap sejumlah energi tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan atau banyaknya energi yang diperlukan untuk mematahkan suatu bahan.
alat uji ketangguhan
MERANGKAK (CREEP)
Merupakan kecenderungan suatu logam untuk mengalami deformasi plastis yang besarnya merupakan fungsi waktu pada saat menerima beban yang besarnya relatif besar.
alat uji creep
KELELAHAN (FATIQUE)
Merupakan kecenderungan dari logam untuk patah bila menerima tegangan berulang – ulang yang besarnya masih jauh dibawah batas kekuatan elastisnya.
alat uji fatique
Saya berharap artikel di atas dapt bermanfaat bagi Anda sebagai pembaca, jika artikel ini bermanfaat silahkan untuk di share ke teman-teman anda yang membutuhkan.

Mengenal Sifat - Sifat Material

Secara garis besar material mempunyai sifat-sifat yang mencirikannya, pada bidang teknik mesin umumnya sifat tersebut dibagi menjadi tiga sifat. Sifat–ifat material itu akan mendasari dalam pemilihan material, sifat tersebut yaitu : 






Sifat mekanik material, merupakan salah satu faktor yang terpenting yang mendasari pemilihan bahan dalam suatu perancangan. Sifat mekanik dapat diartikan sebagai perilaku material terhadap pembebanan yang diberikan, dapat berupa gaya, torsi atau gabungan keduanya. Dalam prakteknya pembebanan pada material terbagi dua yaitu beban statik dan beban dinamik. Perbedaan antara keduanya hanya pada fungsi waktu dimana beban statik tidak dipengaruhi oleh fungsi waktu sedangkan beban dinamik dipengaruhi oleh  fungsi waktu. Untuk mendapatkan sifat mekanik material, biasanya dilakukan pengujian mekanik. Pengujian mekanik pada dasarnya bersifat merusak  (destructive test), dari pengujian tersebut akan dihasilkan data yang mencirikan keadaan dari material tersebut. Jika Anda ingin mengetahui lebih tentang sifat mekanik silahkan klik disini atau jika anda membutuhkan alatnya seperti dibawah ini silahkan menghubungi kontak yang sudah tersedia.



sifat mekanik








Sifat penting yang kedua dalam pemilihan material adalah sifat fisik. Sifat fisik merupakan suatu sifat material yang bukan disebabkan oleh pembebanan seperti pengaruh pemanasan, pendinginan dan pengaruh arus listrik yang lebih mengarah pada struktur material. Sifat fisik material antara lain : temperatur cair, konduktivitas panas dan panas spesifik. Jika Anda ingin mengetahui lebih tentang sifat fisik silahkan klik disini atau jika anda membutuhkan alatnya seperti dibawah ini silahkan menghubungi kontak yang sudah tersedia.

Sifat fisik

          
Selanjutnya sifat yang sangat berperan dalam pemilihan material adalah sifat teknologi yaitu kemampuan material untuk dibentuk atau diproses. Produk dengan kekuatan tinggi dapat dibuat dibuat dengan proses pembentukan, misalnya dengan pengerolan atau  penempaan. Produk dengan bentuk yang rumit dapat dibuat dengan proses pengecoran. Sifat-sifat teknologi diantaranya sifat mampu las, sifat mampu cor, sifat mampu mesin dan sifat mampu bentuk. Jika Anda ingin mengetahui lebih tentang sifat teknologi silahkan klik disini atau jika anda membutuhkan alatnya seperti dibawah ini silahkan menghubungi kontak yang sudah tersedia.

sifat teknologi

Aplikasi Thermal Imager Di Berbagai Bidang Industri

Aplikasi Thermal Imager Di Berbagai Bidang Industri
Penggunaan thermal imager telah meningkat secara signifikan. Hal ini terjadi karena thermal imager mampu medeteksi lingkungan sekitar dengan maksimal dan dengan fungsi yang maksimal para pengguna dapat memprediksi atau mengetahui kondisi lingkungan sekitar lebih awal karena dengan mendeteksi lingkungan lebih awal dapat mengurangi kerusakan yang tidak di inginkan. Sudah banyak para teknisi yang telah menggunakan teknologi ini untuk mendeteksi kerusakan yang terjadi pada lingkungan sekitar seperti pada panel control ataupun mesin-mesin di industri lainnya. 

Kegunaan lain thermal imager meliputi, seperti pada aplikasi pemadam kebakaran yaitu dapat dengan mudah menemukan manusia yang terjebak dalam suatu gedung yang terbakar karena adanya tingkat perbedaan suhu pada manusia dan api dengan menggunakan alat ini dapat mudah mengetahui karena dengan perbedaan inspeksi suhu yang ditemukan dalam alat tersebut. Dengan thermal imager, teknisi pemeliharaan listrik dapat menemukan overheating sendi dan bagian, menjelaskan tanda-tanda kerusakan guna mengurangi potensi bahaya. 

Ketika isolasi termal menjadi rusak, teknisi konstruksi bangunan dapat melihat tanda termal panas yang mengindikasikan kebocoran dan untuk meningkatkan efisiensi pendinginan atau pemanasan AC. Kamer thermal imaging juga dipasang di beberapa mobil mewah untuk membantu pengemudi, Beberapa kegiatan fisiologis, terutama tanggapan, dalam diri manusia dan hewan berdarah panas juga dapat dimonitor dengan pencitraan termografi.


aplikasi thermal imager
Contoh lain adalah inspeksi jembatan beton. Seperti banyak dari kita tahu, beton dapat mengembangkan delaminations, yang dapat mengakibatkan lubang. Ketika sebuah lubang melebar, biasanya ban dan roda anda “cari” lubang dan akhir anda akan membawanya ke bengkel dengan biaya yang cukup menguras kantong. Bukankah lebih baik jika kita bisa menemukan solusi ini sebelum menyebabkan masalah? Sehingga dengan mudah kita bisa menggunakan energi matahari sebagai media pemanas, dan tampilannya dengan kamera inframerah, telah ditemukan bahwa di bawah permukaan delaminations memiliki efek pemanasan yang berbeda dari suara bagian dari struktur geladak, sehingga kamera dapat melihatnya. Contoh ini menunjukkan bahwa meskipun dek jembatan tidak menghasilkan panas yang masih dapat dianalisis dengan Termografi.


aplikasi thermal imager jembatan
Artikel Terkait : Alat Inspeksi Thermal Imager
Artikel Terkait : Beberapa Temuan Dengan Menggunakan Thermal Imager
Artikel Terkait : Perbedaan Infrared Thermometer dengan Thermal Imaging