Perbedaan Metode Pengujian Leeb Hardness dengan Metode UCI Hardness

Perbedaan metode pengujian leeb hardness dengan metode pengujian UCI hardness
Di dalam pengujian hardness (kekerasan) rebound untuk perangkat menggunakan portable ada 2 metode yang bisa Anda gunakan yaitu metode "Lebb Hardness" dan metode "UCI Hardness". Kedua metode ini dibutuhkan tergantung untuk aplikasi yang Anda gunakan. Terutama yang Anda harus perhatikan yaitu beban dan ketebalan specimen.

Jika specimen Anda memiliki beban >5Kg dan memiliki ketebalan >20mm untuk specimen ini cocok untuk menggunakan metode "Lebb Hardness", karena dengan menggunakan metode tersebut Anda akan mendapatkan nilai pengujian yang lebih akurat jika dibandingkan menggunaka metode "UCI Hardness".

metode Lebb Hardness

Jika specimen Anda memiliki beban 100gr-1000gr dan memiliki ketebalan 1-20mm untuk specimen ini cocok untuk menggunakan metode "UCI Hardness" dengan menggunakan alat ini Anda akan mendapatkan nilai yang lebih akurat, jika dengan menggunakan metode "Lebb Hardness" pengukuran yang di dapatkan tidak akan akurat, karena dengan cara kerja alat tersebut tidak memungkinkan untuk digunakan pada specimen tersebut.

metode UCI Hardness

Berikut ini adalah perbandingan aplikasi dari 2 metode hardness di atas :


Application
UCI probe
Leeb probe
Material padat
+
++
Material butiran kasar atau besi coran
++
Baja dan campuran almunium
0
++
Mateial pengelasan
++
Tabung atau pipa > 20mm
++
++
Tabung atau pipa < 20mm
++
Semi finished/rough surfaces
+
Ketebalan tipis
++
Sulit untuk posisi seperti : gear, roda gigi, alur
++
+

Keterangan
++ = sangat cocok
+ = cocok
0 =  terkadang cocok
-    = sangat tidak cocok

Artikel Terkait : Belajar Menggunakan Alat Uji Kekerasan
Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan UCI Ultrasonic Contact Impedance
Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan Rockwell Portable

Alat Uji Kekerasan UCI Ultrasonic Contact Impedance

Alat uji kekerasan dengan metode UCI (Ultrasonic Contact Impedance) hardness adalah suatu pengujian kekerasan pada logam dengan menggunakan metode penekanan yang bisanya hanya bisa digunakan dengan alat bench hardness (tidak portable). Di dewasa ini sudah diciptakan alat pengujian hardness dengan metode penekanan yang sering disebut UCI Hardness yang mudah di bawa kemana saja karena alatnya tersebut tidak mempunyai beban yang terlalu berat (portable), tidak seperti alat bench hardness yang hanya cocok digunakan di satu tempat dan tidak mudah di bawa kemana saja karena memmpunyai beban yang sangat berat.
pengujian kekerasan

Dengan menggunakan UCI Hardness teknisi dapat melakukan pengujian di mana saja dan bisa mendapatkan laporan pengujian dengan mudah.



Beberapa Temuan Dengan Menggunakan Thermal Imager

Beberapa Temuan yang Hanya Dapat Ditemui dengan Thermal Imager
Dengan melakukan infrared imaging, para teknisi dapat mendeteksi potensi  masalah yang tidak nampak dengan mata manusia dan dapat mengkonfirmasinya. Thermal imaging dapat menangkap gambar tersebut dan  kemudian membuat laporan dokumentasi dari temuan mereka. Berikut ini adalah beberapa temuan inspeksi suhu yang hanya dapat diketahui dengan mengunakan Thermal Imager:

aplikasi thermal imaging
  1. Semua benda mengandung energi panas dan berinteraksi secara termal (panas) dengan lingkungan. Thermografi adalah alat yang memungkinkan untuk melihat dan mengukur panas. Semua bahan di bumi memancarkan energi panas pada bagian inframerah dari spektrum. Sayangnya, mata manusia tidak bisa melihat dibagian inframerah dari spektrum. Thermographic, atau gambar termal (thermai images) memungkinkan pengguna untuk melihat gambar termal, memperlihatkan anomali yang mengidentifikasi masalah di gedung, komponen listrik, mekanik, pipa dan system waterproofing. 
  2. Bagaimana memandang energi panas, Ketika sebuah benda memiliki suhu lebih tinggi dari tangan, dapat dikatakan bahwa benda tersebut terasa hangat atau panas. Panas mengalir dari objek ke tangan. Demikian juga ketika suatu objek dingin.
  3. Bagaimana dapat mengukur energi panas, Kamera inframerah menghasilkan gambar video real time energi panas ini pada suhu yang jauh lebih rendah dari yang Anda dapat lihat. Kamera inframerah mendeteksi radiasi panas dari permukaan, berdasarkan suhu permukaan, emisivitas, dan radiasi panas yang tercermin dari sekitarnya. Mengukur dan menghasilkan gambar dari semua radiasi inframerah yang diterima dari suatu objek. Radiasi infra merah merupakan fungsi dari suhu permukaan objek dan ini memungkinkan kamera untuk menghitung dan menampilkan suhu ini. 
  4. Aliran Energi Panas, Ada beberapa cara panas dapat mengalir, salah satunya bergerak mirip dengan energi cahaya. Ini disebut radiasi panas atau inframerah. Sebagai contoh, apa yang kita ketahui adalah panas yang kita rasakan saat berada di depan api. Energi panas ini mengalir oleh gelombang elektromagnetik yang mirip dengan cahaya yang kita lihat. Ketika benda sangat panas manusia bisa melihat berapa banyak energi yang dipancarkan, dan tentu manusia bisa merasakannya. Ketika benda menjadi lebih dingin, manusia masih bisa merasakannya tapi manusia tidak bisa melihatnya. 
  5. Menggunakan Thermal Imaging untuk mendeteksi kelembaban (moisture): Kelebaban dalam bahan bangunan dapat menghancurkan kekuatan struktural dan mengakibatkan gedung jadi berjamur. Langkah pertama dalam masalah mengatasi masalah kelembaban adalah dengan menemukan dan menghapus semua sumber kelembaban secara cepat dan akurat. Kamera IR dapat langsung menemukan sumber utama dengan sedikit atau tanpa pembongkaran fisik dan tanpa gangguan terhadap penghuni kantor.

Perbedaan Infrared Thermometer dengan Thermal Imaging

Daalam pembahasan seblumnya saya sudah mengenalkan kepada kalian untuk mengenal thermal imager. di pembahasan kali ini saya akan membahas Perbedaan Infrared Thermometer dengan Thermal Imaging.

Dalam melakukan inspeksi suhu para teknisi membutuhkan alat-alat seperti thermal imager atau infrared thermometer. Mata manusia dapat melihat cahaya, tetapi tidak dapat melihat sinar UV (ultraviolet), X-ray, gamma, radio microwave dan inframerah (IR). Termometer IR dan kamera termal mampu menangkap energi IR yang tidak dapat terlihat dan mengubahnya menjadi pengukuran temperatur melalui penggunaan sensor IR. Nilai ini kemudian ditampilkan dalam bentuk pembacaan suhu pada termometer IR atau sebagai gambar termal bila menggunakan kamera termal Termometer IR ideal untuk mengukur suhu di kejauhan jika tidak memungkinkan untuk dekat dengan perangkat karena panas yang terlalu tinggi atau rendah. Berikut ini perbedaan alat inspeksi infrared thermometer dengan alat inspeksi thermal imaging :
alat indpeksi infrared thermometer

Kelebihan Termometer Infrared :
  1. Tidak kontak langsung, sehingga dipastikan tidak ada kerusakan pada objek yang sedang diuji dan juga melindungi pengguna.
  2. Dirancang untuk merespon dengan cepat terhadap perubahan suhu di tempat pengukuran
  3. Rentang pengukuran yang luas (bervariasi tergantung pada model yang digunakan)
  4. Pengukuran akurasi tinggi (bervariasi tergantung pada model yang digunakan)
  5. Portabel dan ringan
  6. Lebih murah dibanding kamera thermal

Fungsi dan Pengertian Kamera Thermal

Mengapa kamera thermal? Jika Anda mengukur suhu di wilayah yang luas dan memerlukan pandangan yang komprehensif dari lingkungan secara simultan, kamera termal adalah alat yang tidak ada duanya. Mampu mendeteksi suhu dari beberapa titik pada saat yang sama dan mentransfer informasi ini langsung menjadi gambar termal, kamera termal mengalahkan termometer inframerah dalam aspek sebagai thermometer IR yang hanya dapat mengukur satu tempat pada suatu waktu.
alat inspeksi thermal imager

Dalam hal kecepatan dan kegunaan, tidak ada termometer IR yang dapat bersaing dengan sistem kamera termal. Satu-satunya kelemahan sistem ini memiliki kisaran harga yang lebih besar. Kamera termal menggunakan beberapa komponen yang mahal oleh karena itu jauh lebih mahal daripada termometer IR.
Kelebihan kamera thermal:
1. Pandangan yang komperhensif pada suatu daerah
2. Memiliki model yang bervariasi dengan kemampuan yang berbeda-beda
3. Dapat menangkap gambar secara instan dan dapat dilihat dikemudian hari.
4. Mudah digenggam dengan desain kamera
5. Dapat langsung diunduh ke PC
6. Terdapat pemilihan lensa untuk menambah kemampuan kamera
7. Sangat sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan (tingkat sensitivitas tergantung pada model)
8. Dapat melihat dalam kegelapan untuk mencari tanda-tanda panas
9. Dapat melihat melalui kondisi cuaca buruk seperti kabut dan salju 

Artikel Terkait : Aplikasi Thermal Imager Di Berbagai Bidang Industri 
Artikel Terkait : Alat Inspeksi Thermal Imager
Artikel Terkait : Beberapa Temuan Dengan Menggunakan Thermal Imager
 

Belajar Menggunakan Alat Uji Ketebalan Logam

Kali ini saya akan membahas cara menggunakan alat uji ketebalan logam, berikut ini adalah urutan untuk memakai alat tersebut :

1. Siapkan semua alat yang dibutuhkan untuk melakukan pengujian dengan alat tersebut.
Siapkan seperti gambar dibawah ini.

Ultrasonik Thickness Gauge

2. Hubungkan Transducer ke main unit, seperti gambar di bawah ini.

Probe ultrasonik thickness gauge

3. Taruh cairan couplent pada transducer, seperti gambar di bawah ini.

Couplant

4. Pilih nilai velocity sesuai dengan speciment (material) yang akan di uji.

Nilai velocity speciment



5. Lakukan Kalibrasi, hubungkan transducer pada calibrator block yang ada di main unit.


Calibrator ultrasonik thickness gauge

6. Lakukan pengujian dengan sepciment yang Anda siapkan.

Pengujian ultrasonik thickness gauge

Berikut diatas adalah urutan pemakain alat ultrasonik thickkness gauge.

Artikel Terkait : Cara Kerja Sensor Ultrasonik
Artikel Terkait : Alat Ukur Ketebalan Logam