Macam - Macam Metode Pengujian Kekerasan

Berikut ini adalah pembahasan selanjutnya dari Mengenal metode kekerasan. Kali ini saya akan membahas macam-macam metode kekerasan. selamat menikmati kawan.

1. Metode gores
Metode hardness gores
Metode ini tidak banyak lagi digunakan dalam dunia metalurgi dan material lanjut, tetapi masih sering dipakai dalam dunia mineralogi. Metode pengujian ini dikenalkan oleh Friedrich Mohs membagi kekerasan material di dunia ini berdasarkan skala (yang kemudian dikenal sebagai skala Mohs). Skala ini bervariasi dari nilai 1 untuk kekerasan paling rendah, sebagaimana dimiliki oleh material talk, hingga skala 10 sebagai nilai kekerasan tertinggi, sebagaimana dimiliki oleh intan.  Dalam skala Mohs urutan nilai kekerasan material di dunia ini diwakili oleh:
Talc, Orthoclase Gipsum, Quartz, Calcite, Topaz, Fluorite, Corundum, Apatite, Diamond (intan)
Metode hardness rebound

Dengan metode ini, kekerasan suatu material ditentukan oleh alat Scleroscope yang mengukur tinggi pantulan suatu pemukul (hammer) dengan berat tertentu yang dijatuhkan dari ketinggian terhadap permukaan benda uji. Tinggi pantulan (rebound)  dihasilkan mewakili kekerasan benda uji. Semakin tinggi pantulan tersebut, yang ditunjukkan oleh dial pada alat pengukur, maka kekerasan benda uji dinilai semakin tinggi.
Metode Hardness Indentasi
Tipe pengetesan kekerasan material/logam ini adalah dengan mengukur tahanan plastis dari permukaan suatu material komponen konstruksi mesin dengan speciment standar terhadap “penetrator”. Adapun beberapa bentuk penetrator atau cara pegetesan ketahanan permukaan yang dikenal adalah :

Alat Ukur Dimensi Via Bluetooth

Alat Ukur Dimensi (Via Bluetooth)

Pada postingan sebelumnya saya sudah menjelaskan sedikit pengetahuan tentang alat ukur dimensi yaitu caliper dan micrometer gauge dari type manual hingga tipe digital. Untuk postingan sekarang ini saya akan memposting sebuah produk sebuah alat ukur dimensi yang kami pasarkan. 

Alat ukur dimensi yang  kami pasarkan adalah merk sylvac yaitu sebuah alat ukur dimensi yang memiliki feature yang sangat berbeda dari yang di jual pada umumnya di indonesia. Beberapa produk pada alat ini sudah dilengkapi dengan feature sistem pengukuran yang bisa dikoneksikan via bluetooth baik itu bluetooth ke PC ataupun Smartphone. Data yang akan didapatkan akan lebih akurat dan tidak bisa di manipulasi karena alat tersebut sudah memiliki bluetooh. Berikut ini adalah salah satu produk alat ukur kami.

jangka sorong bluetooth



Teori Pemotongan Material

Pada beberapa material ada sistem pemotongan untuk membentuk atau membuat menjadi suatu yang di inginkan atau bahkan sesuatu yang bisa di jual seperti di "Kreasi Stainless, magnet" diantaranya seperti bagian-bagian part pada kendaraan otomototif ataupun pada mesin - mesin pabrik yang sering digunakan. Untuk membuat part pada suatu mesin yang digunakan adapun beberapa yang mesti diperhatikan seperti membentuk permukaan yang harus membentuk suatu pola pada perkuaan, contoh part dari gir yang harus membentuk pola zig-zag dan bergelombang. Proses pembentukan pola pada suatu material sangatlah kompleks dikarenakan ada proses beberapa variasi yang sangat luas. Berikut ini contoh proses variasi yang memiliki pengaruh  terhadap proses removal antara lain :

  1. Jenis mesin yang digunakan dalam proses pemesinan.
  2. Jenis cutting tool yang digunakan (Geometri dan material).
  3. Sifat - sifat dan parameter dari material benda kerja.
  4. Parameter pemotongan (speed, feed, depth of cut). 
Proses pembuatan material

Mengenal Sifat Teknologi Material

Mengenal sifat teknologis material merupakan sifat bahan yang menunjukkan kemampuan atau kemudahan suatu bahan dikerjakan dengan suatu metode proses produksi tertentu. Yang termasuk dalam kategori sifat teknologi bahan adalah: sifat mampu las, sifat mampu bentuk, sifat mampu cor, sifat mampu bentuk, sifat mampu mesin, dan lain sebagainya. Bahan atau logam biasanya diproses menjadi barang setengah jadi maupun produk akhir melalui satu atau gabungan dari beberapa proses seperti pengecoran, rolling, proses las, maupun proses pengerjaan panas lainnya. Sifat yang menunjukkan kemudahan bahan dapat dikerjakan dengan proses-proses tersebut dikatakan sebagai sifat teknologi.
1.Sifat mampu cor
adalah sifat yang ditunjukkan suatu bahan sehingga dapat dikerjakan dengan proses cor. Contoh bahan besi cor, aluminium, dan baja cor, semuanya ini memiliki sifat mampu cor yang baik.
sifat pengecoran material

2. Sifat Mampu Las
adalah sifat yang ditunjukkan oleh suatu bahan sehingga bisa dikerjakan dengan proses las. Contoh bahan baja, aluminium, tembaga, stainless steel, semuanya ini memiliki sifat mampu las yang baik.
sifat pengelasan material

3. Sifat Mampu Bentuk
adalah sifat yang ditunjukkan suatu bahan sehingga mampu dibentuk tanpa mengalami kerusakan bahan. Contoh bahan baja, aluminium, tembaga, timah, kuningan. Semua ini merupakan bahan yang memiliki sifat mampu bentuk yang baik.
sifat bentuk material

Mengenal Sifat Fisik Material

Mengenal Sifat Fisik Material
Mengenal sifat fisik suatu material adalah bagaimana keadaan logam itu apabila mengalami peristiwa fisika, misalnya keadaan waktu terkena pengaruh panas dan pengaruh listrik. Karena pengaruh panas, benda akan mencair atau mengalami perubahan bentuk dan ukurannya. Dari sifat fisis itu, dapat ditentukan titik cair suatu bahan dan titik didihnya, sifat menghantarkan panas, keadaan pemuaian pada waktu menerima panas, perubahan bentuknya karena panas, dan lain-lain.
Pengaruh panas yang diterima oleh suatu bahan dengan sendirinya dapat berhubungan dengan sifat mekanis bahan tersebut, bahkan karena panas yang diterima oleh bahan tersebut dapat mengubah sifat mekanis dari bahan tersebut. Misalnya, pada proses penyepuhan logam yang dipanaskan pada suhu tertentu dan setelah itu didinginkan secara tiba-tiba bahan tersebut akan menjadi keras, dan apabila bahan yang dipanaskan dan didinginkan dengan perlahan maka diperoleh kekerasanya lebih rendah dibandingkan dengan bahan yang didinginkan secara cepat. Yang termasuk golongan sifat fisik ini diantaranya adalah:
1. Titik cair
Titik cair suatu benda adalah suhu di mana benda tersebut akan berubah wujud menjadi benda cair. Setiap benda memiliki titik cair yang berbeda. Besi akan mencair jika dipanaskan mencapai suhu 1538 °C. Aluminium juga akan mencair jika dipanaskan pada suhu diatas 660 °C.
2. Konduktivitas Termal / Panas
Mengapa kebanyakan alat masak terbuat dari aluminium ? Andaikan tangan kiri anda memegang besi, tangan kanan anda memegang kaca, lalu besi dan kaca disentuhkan ke api. Tangan kiri atau tangan kanan yang lebih cepat merasakan panas ? Pertanyaan-pertanyaan ini dan mungkin pertanyaan lain yang akan anda tanyakan, berkaitan dengan konduktivitas termal benda. Konduktivitas panas suatu benda adalah kemampuan suatu benda untuk memindahkan kalor/panas melalui benda tersebut. Benda yang memiliki konduktivitas panas besar merupakan penghantar kalor yang baik (konduktor termal yang baik). Sebaliknya, benda yang memiliki konduktivitas panas kecil merupakan penghantar kalor yang buruk (konduktor panas yang buruk). Dibawah ini merupakan tabel Nilai Konduktivitas Termal dari bahan yang berbeda.
tabel Nilai Konduktivitas Termal
3. Panas / Kalor Jenis
Kalor jenis suatu benda menyatakan kemampuan suatu benda untuk menyerap kalor atau melepaskan kalor. Semakin besar kalor jenis suatu benda, semakin kecil kemampuan benda tersebut menyerap atau melepaskan kalor. Semakin kecil kalor jenis benda, semakin baik kemampuan benda tersebut menyerap atau melepaskan kalor. Emas mempunyai kalor jenis lebih kecil sehingga emas lebih cepat menyerap atau melepaskan kalor. Sebaliknya air mempunyai kalor jenis besar sehingga air lebih lambat menyerap atau melepaskan kalor.
4. Berat Jenis dan Massa Jenis
Masa Jenis atau sering disebut desitas (density) merupakan massa suatu benda per satuan volumenya. Masa jenis dilambangkan dengan huruf yunani p dibaca “rho”).

Mengenal Sifat Mekanik Material

Mengenal Sifat Mekanik Material

Setiap material yang diuji dibuat dalam bentuk sampel kecil atau spesimen. Spesimen pengujian dapat mewakili seluruh material apabila berasal dari jenis, komposisi dan perlakuan yang sama. Sifat mekanik tersebut meliputi antara lain: kekuatan tarik, ketangguhan, kelenturan, keuletan, kekerasan, ketahanan aus, kekuatan impak, kekuatan mulur, kekeuatan leleh dan sebagainya. Sifar-sifat mekanik material yang perlu diperhatikan:
  • Tegangan yaitu gaya diserap oleh material selama berdeformasi  persatuan luas.
  • Regangan yaitu besar deformasi persatuan luas.
  • Modulus elastisitas yang menunjukkan ukuran kekuatan material.
  • Kekuatan yaitu besarnya tegangan untuk mendeformasi material atau kemampuan material untuk menahan deformasi.
  • Kekuatan luluh yaitu besarnya tegangan yang dibutuhkan untuk mendeformasi plastis.
  • Kekuatan tarik adalah kekuatan maksimum yang berdasarkan pada ukuran mula.
  • Keuletan yaitu besar deformasi plastis sampai terjadi patah.
  • Ketangguhan yaitu besar energi yang diperlukan sampai terjadi perpatahan.
  • Kekerasan yaitu kemampuan material menahan deformasi plastis lokal akibat penetrasi pada permukaan. Beberapa sifat mekanik antara lain :
KETANGGUHAN (TOUGHNESS)
Untuk mendapatkan sifat mekanik material, biasanya dilakukan pengujian mekanik. Pengujian mekanik pada dasarnya bersifat merusak  (destructive test), dari pengujian tersebut akan dihasilkan kurva atau data yang mencirikan keadaan dari material tersebut.


KEKUATAN (STRENGHT)
Menyatakan kemampuan bahan untuk menerima tegangan tanpa menyebabkan bahan menjadi patah, kekuatan ini terdiri dari : kekuatan tarik, kekuatan tekan, kekuatan geser, dan lain sebagainya.
Alat uji kekuatan
KEKERASAN (HARDNESS)
Menyatakan kemampuan bahan untuk tahan terhadap goresan, pengikisan
(abrasi).Sifat ini berkaitan terhadap sifat tahan aus (wear resistance).


alat uji kekerasan

KEKENYALAN (ELASTICITY)
Menyatakan kemampuan bahan untuk menerima tegangan tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk yang permanent setelah tegangan dihilangkan. Tetapi apabila tegangan melampaui batas maka perubahan bentuk akan terjadi walaupun beban dihilangkan.
alat uji kekenyalan

KEKAKUAN (STIFNESS)
Adalah kemampuan bahan untuk menerima tegangan atau beban tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk atau defleksi.
alat uji kekakuan

Menyatakan kemampuan bahan untuk mengalami sejumlah deformasi plastis   (yang permanent) tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan. Sifat ini sering disebut sebagai keuletan (ductility).
Alat uji palstik

Menyatakan kemampuan bahan untuk menyerap sejumlah energi tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan atau banyaknya energi yang diperlukan untuk mematahkan suatu bahan.
alat uji ketangguhan
MERANGKAK (CREEP)
Merupakan kecenderungan suatu logam untuk mengalami deformasi plastis yang besarnya merupakan fungsi waktu pada saat menerima beban yang besarnya relatif besar.
alat uji creep
KELELAHAN (FATIQUE)
Merupakan kecenderungan dari logam untuk patah bila menerima tegangan berulang – ulang yang besarnya masih jauh dibawah batas kekuatan elastisnya.
alat uji fatique
Saya berharap artikel di atas dapt bermanfaat bagi Anda sebagai pembaca, jika artikel ini bermanfaat silahkan untuk di share ke teman-teman anda yang membutuhkan.

Mengenal Sifat - Sifat Material

Secara garis besar material mempunyai sifat-sifat yang mencirikannya, pada bidang teknik mesin umumnya sifat tersebut dibagi menjadi tiga sifat. Sifat–ifat material itu akan mendasari dalam pemilihan material, sifat tersebut yaitu : 






Sifat mekanik material, merupakan salah satu faktor yang terpenting yang mendasari pemilihan bahan dalam suatu perancangan. Sifat mekanik dapat diartikan sebagai perilaku material terhadap pembebanan yang diberikan, dapat berupa gaya, torsi atau gabungan keduanya. Dalam prakteknya pembebanan pada material terbagi dua yaitu beban statik dan beban dinamik. Perbedaan antara keduanya hanya pada fungsi waktu dimana beban statik tidak dipengaruhi oleh fungsi waktu sedangkan beban dinamik dipengaruhi oleh  fungsi waktu. Untuk mendapatkan sifat mekanik material, biasanya dilakukan pengujian mekanik. Pengujian mekanik pada dasarnya bersifat merusak  (destructive test), dari pengujian tersebut akan dihasilkan data yang mencirikan keadaan dari material tersebut. Jika Anda ingin mengetahui lebih tentang sifat mekanik silahkan klik disini atau jika anda membutuhkan alatnya seperti dibawah ini silahkan menghubungi kontak yang sudah tersedia.



sifat mekanik








Sifat penting yang kedua dalam pemilihan material adalah sifat fisik. Sifat fisik merupakan suatu sifat material yang bukan disebabkan oleh pembebanan seperti pengaruh pemanasan, pendinginan dan pengaruh arus listrik yang lebih mengarah pada struktur material. Sifat fisik material antara lain : temperatur cair, konduktivitas panas dan panas spesifik. Jika Anda ingin mengetahui lebih tentang sifat fisik silahkan klik disini atau jika anda membutuhkan alatnya seperti dibawah ini silahkan menghubungi kontak yang sudah tersedia.

Sifat fisik

          
Selanjutnya sifat yang sangat berperan dalam pemilihan material adalah sifat teknologi yaitu kemampuan material untuk dibentuk atau diproses. Produk dengan kekuatan tinggi dapat dibuat dibuat dengan proses pembentukan, misalnya dengan pengerolan atau  penempaan. Produk dengan bentuk yang rumit dapat dibuat dengan proses pengecoran. Sifat-sifat teknologi diantaranya sifat mampu las, sifat mampu cor, sifat mampu mesin dan sifat mampu bentuk. Jika Anda ingin mengetahui lebih tentang sifat teknologi silahkan klik disini atau jika anda membutuhkan alatnya seperti dibawah ini silahkan menghubungi kontak yang sudah tersedia.

sifat teknologi

Aplikasi Thermal Imager Di Berbagai Bidang Industri

Aplikasi Thermal Imager Di Berbagai Bidang Industri
Penggunaan thermal imager telah meningkat secara signifikan. Hal ini terjadi karena thermal imager mampu medeteksi lingkungan sekitar dengan maksimal dan dengan fungsi yang maksimal para pengguna dapat memprediksi atau mengetahui kondisi lingkungan sekitar lebih awal karena dengan mendeteksi lingkungan lebih awal dapat mengurangi kerusakan yang tidak di inginkan. Sudah banyak para teknisi yang telah menggunakan teknologi ini untuk mendeteksi kerusakan yang terjadi pada lingkungan sekitar seperti pada panel control ataupun mesin-mesin di industri lainnya. 

Kegunaan lain thermal imager meliputi, seperti pada aplikasi pemadam kebakaran yaitu dapat dengan mudah menemukan manusia yang terjebak dalam suatu gedung yang terbakar karena adanya tingkat perbedaan suhu pada manusia dan api dengan menggunakan alat ini dapat mudah mengetahui karena dengan perbedaan inspeksi suhu yang ditemukan dalam alat tersebut. Dengan thermal imager, teknisi pemeliharaan listrik dapat menemukan overheating sendi dan bagian, menjelaskan tanda-tanda kerusakan guna mengurangi potensi bahaya. 

Ketika isolasi termal menjadi rusak, teknisi konstruksi bangunan dapat melihat tanda termal panas yang mengindikasikan kebocoran dan untuk meningkatkan efisiensi pendinginan atau pemanasan AC. Kamer thermal imaging juga dipasang di beberapa mobil mewah untuk membantu pengemudi, Beberapa kegiatan fisiologis, terutama tanggapan, dalam diri manusia dan hewan berdarah panas juga dapat dimonitor dengan pencitraan termografi.


aplikasi thermal imager
Contoh lain adalah inspeksi jembatan beton. Seperti banyak dari kita tahu, beton dapat mengembangkan delaminations, yang dapat mengakibatkan lubang. Ketika sebuah lubang melebar, biasanya ban dan roda anda “cari” lubang dan akhir anda akan membawanya ke bengkel dengan biaya yang cukup menguras kantong. Bukankah lebih baik jika kita bisa menemukan solusi ini sebelum menyebabkan masalah? Sehingga dengan mudah kita bisa menggunakan energi matahari sebagai media pemanas, dan tampilannya dengan kamera inframerah, telah ditemukan bahwa di bawah permukaan delaminations memiliki efek pemanasan yang berbeda dari suara bagian dari struktur geladak, sehingga kamera dapat melihatnya. Contoh ini menunjukkan bahwa meskipun dek jembatan tidak menghasilkan panas yang masih dapat dianalisis dengan Termografi.


aplikasi thermal imager jembatan
Artikel Terkait : Alat Inspeksi Thermal Imager
Artikel Terkait : Beberapa Temuan Dengan Menggunakan Thermal Imager
Artikel Terkait : Perbedaan Infrared Thermometer dengan Thermal Imaging


Perbedaan Metode Pengujian Leeb Hardness dengan Metode UCI Hardness

Perbedaan metode pengujian leeb hardness dengan metode pengujian UCI hardness
Di dalam pengujian hardness (kekerasan) rebound untuk perangkat menggunakan portable ada 2 metode yang bisa Anda gunakan yaitu metode "Lebb Hardness" dan metode "UCI Hardness". Kedua metode ini dibutuhkan tergantung untuk aplikasi yang Anda gunakan. Terutama yang Anda harus perhatikan yaitu beban dan ketebalan specimen.

Jika specimen Anda memiliki beban >5Kg dan memiliki ketebalan >20mm untuk specimen ini cocok untuk menggunakan metode "Lebb Hardness", karena dengan menggunakan metode tersebut Anda akan mendapatkan nilai pengujian yang lebih akurat jika dibandingkan menggunaka metode "UCI Hardness".

metode Lebb Hardness

Jika specimen Anda memiliki beban 100gr-1000gr dan memiliki ketebalan 1-20mm untuk specimen ini cocok untuk menggunakan metode "UCI Hardness" dengan menggunakan alat ini Anda akan mendapatkan nilai yang lebih akurat, jika dengan menggunakan metode "Lebb Hardness" pengukuran yang di dapatkan tidak akan akurat, karena dengan cara kerja alat tersebut tidak memungkinkan untuk digunakan pada specimen tersebut.

metode UCI Hardness

Berikut ini adalah perbandingan aplikasi dari 2 metode hardness di atas :


Application
UCI probe
Leeb probe
Material padat
+
++
Material butiran kasar atau besi coran
++
Baja dan campuran almunium
0
++
Mateial pengelasan
++
Tabung atau pipa > 20mm
++
++
Tabung atau pipa < 20mm
++
Semi finished/rough surfaces
+
Ketebalan tipis
++
Sulit untuk posisi seperti : gear, roda gigi, alur
++
+

Keterangan
++ = sangat cocok
+ = cocok
0 =  terkadang cocok
-    = sangat tidak cocok

Artikel Terkait : Belajar Menggunakan Alat Uji Kekerasan
Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan UCI Ultrasonic Contact Impedance
Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan Rockwell Portable

Alat Uji Kekerasan UCI Ultrasonic Contact Impedance

Alat uji kekerasan dengan metode UCI (Ultrasonic Contact Impedance) hardness adalah suatu pengujian kekerasan pada logam dengan menggunakan metode penekanan yang bisanya hanya bisa digunakan dengan alat bench hardness (tidak portable). Di dewasa ini sudah diciptakan alat pengujian hardness dengan metode penekanan yang sering disebut UCI Hardness yang mudah di bawa kemana saja karena alatnya tersebut tidak mempunyai beban yang terlalu berat (portable), tidak seperti alat bench hardness yang hanya cocok digunakan di satu tempat dan tidak mudah di bawa kemana saja karena memmpunyai beban yang sangat berat.
pengujian kekerasan

Dengan menggunakan UCI Hardness teknisi dapat melakukan pengujian di mana saja dan bisa mendapatkan laporan pengujian dengan mudah.



Beberapa Temuan Dengan Menggunakan Thermal Imager

Beberapa Temuan yang Hanya Dapat Ditemui dengan Thermal Imager
Dengan melakukan infrared imaging, para teknisi dapat mendeteksi potensi  masalah yang tidak nampak dengan mata manusia dan dapat mengkonfirmasinya. Thermal imaging dapat menangkap gambar tersebut dan  kemudian membuat laporan dokumentasi dari temuan mereka. Berikut ini adalah beberapa temuan inspeksi suhu yang hanya dapat diketahui dengan mengunakan Thermal Imager:

aplikasi thermal imaging
  1. Semua benda mengandung energi panas dan berinteraksi secara termal (panas) dengan lingkungan. Thermografi adalah alat yang memungkinkan untuk melihat dan mengukur panas. Semua bahan di bumi memancarkan energi panas pada bagian inframerah dari spektrum. Sayangnya, mata manusia tidak bisa melihat dibagian inframerah dari spektrum. Thermographic, atau gambar termal (thermai images) memungkinkan pengguna untuk melihat gambar termal, memperlihatkan anomali yang mengidentifikasi masalah di gedung, komponen listrik, mekanik, pipa dan system waterproofing. 
  2. Bagaimana memandang energi panas, Ketika sebuah benda memiliki suhu lebih tinggi dari tangan, dapat dikatakan bahwa benda tersebut terasa hangat atau panas. Panas mengalir dari objek ke tangan. Demikian juga ketika suatu objek dingin.
  3. Bagaimana dapat mengukur energi panas, Kamera inframerah menghasilkan gambar video real time energi panas ini pada suhu yang jauh lebih rendah dari yang Anda dapat lihat. Kamera inframerah mendeteksi radiasi panas dari permukaan, berdasarkan suhu permukaan, emisivitas, dan radiasi panas yang tercermin dari sekitarnya. Mengukur dan menghasilkan gambar dari semua radiasi inframerah yang diterima dari suatu objek. Radiasi infra merah merupakan fungsi dari suhu permukaan objek dan ini memungkinkan kamera untuk menghitung dan menampilkan suhu ini. 
  4. Aliran Energi Panas, Ada beberapa cara panas dapat mengalir, salah satunya bergerak mirip dengan energi cahaya. Ini disebut radiasi panas atau inframerah. Sebagai contoh, apa yang kita ketahui adalah panas yang kita rasakan saat berada di depan api. Energi panas ini mengalir oleh gelombang elektromagnetik yang mirip dengan cahaya yang kita lihat. Ketika benda sangat panas manusia bisa melihat berapa banyak energi yang dipancarkan, dan tentu manusia bisa merasakannya. Ketika benda menjadi lebih dingin, manusia masih bisa merasakannya tapi manusia tidak bisa melihatnya. 
  5. Menggunakan Thermal Imaging untuk mendeteksi kelembaban (moisture): Kelebaban dalam bahan bangunan dapat menghancurkan kekuatan struktural dan mengakibatkan gedung jadi berjamur. Langkah pertama dalam masalah mengatasi masalah kelembaban adalah dengan menemukan dan menghapus semua sumber kelembaban secara cepat dan akurat. Kamera IR dapat langsung menemukan sumber utama dengan sedikit atau tanpa pembongkaran fisik dan tanpa gangguan terhadap penghuni kantor.

Perbedaan Infrared Thermometer dengan Thermal Imaging

Daalam pembahasan seblumnya saya sudah mengenalkan kepada kalian untuk mengenal thermal imager. di pembahasan kali ini saya akan membahas Perbedaan Infrared Thermometer dengan Thermal Imaging.

Dalam melakukan inspeksi suhu para teknisi membutuhkan alat-alat seperti thermal imager atau infrared thermometer. Mata manusia dapat melihat cahaya, tetapi tidak dapat melihat sinar UV (ultraviolet), X-ray, gamma, radio microwave dan inframerah (IR). Termometer IR dan kamera termal mampu menangkap energi IR yang tidak dapat terlihat dan mengubahnya menjadi pengukuran temperatur melalui penggunaan sensor IR. Nilai ini kemudian ditampilkan dalam bentuk pembacaan suhu pada termometer IR atau sebagai gambar termal bila menggunakan kamera termal Termometer IR ideal untuk mengukur suhu di kejauhan jika tidak memungkinkan untuk dekat dengan perangkat karena panas yang terlalu tinggi atau rendah. Berikut ini perbedaan alat inspeksi infrared thermometer dengan alat inspeksi thermal imaging :
alat indpeksi infrared thermometer

Kelebihan Termometer Infrared :
  1. Tidak kontak langsung, sehingga dipastikan tidak ada kerusakan pada objek yang sedang diuji dan juga melindungi pengguna.
  2. Dirancang untuk merespon dengan cepat terhadap perubahan suhu di tempat pengukuran
  3. Rentang pengukuran yang luas (bervariasi tergantung pada model yang digunakan)
  4. Pengukuran akurasi tinggi (bervariasi tergantung pada model yang digunakan)
  5. Portabel dan ringan
  6. Lebih murah dibanding kamera thermal

Fungsi dan Pengertian Kamera Thermal

Mengapa kamera thermal? Jika Anda mengukur suhu di wilayah yang luas dan memerlukan pandangan yang komprehensif dari lingkungan secara simultan, kamera termal adalah alat yang tidak ada duanya. Mampu mendeteksi suhu dari beberapa titik pada saat yang sama dan mentransfer informasi ini langsung menjadi gambar termal, kamera termal mengalahkan termometer inframerah dalam aspek sebagai thermometer IR yang hanya dapat mengukur satu tempat pada suatu waktu.
alat inspeksi thermal imager

Dalam hal kecepatan dan kegunaan, tidak ada termometer IR yang dapat bersaing dengan sistem kamera termal. Satu-satunya kelemahan sistem ini memiliki kisaran harga yang lebih besar. Kamera termal menggunakan beberapa komponen yang mahal oleh karena itu jauh lebih mahal daripada termometer IR.
Kelebihan kamera thermal:
1. Pandangan yang komperhensif pada suatu daerah
2. Memiliki model yang bervariasi dengan kemampuan yang berbeda-beda
3. Dapat menangkap gambar secara instan dan dapat dilihat dikemudian hari.
4. Mudah digenggam dengan desain kamera
5. Dapat langsung diunduh ke PC
6. Terdapat pemilihan lensa untuk menambah kemampuan kamera
7. Sangat sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan (tingkat sensitivitas tergantung pada model)
8. Dapat melihat dalam kegelapan untuk mencari tanda-tanda panas
9. Dapat melihat melalui kondisi cuaca buruk seperti kabut dan salju 

Artikel Terkait : Aplikasi Thermal Imager Di Berbagai Bidang Industri 
Artikel Terkait : Alat Inspeksi Thermal Imager
Artikel Terkait : Beberapa Temuan Dengan Menggunakan Thermal Imager