Alat Inspeksi Borescope

Alat inpeksi Borescope adalah perangkat optik yang terdiri dari tabung kaku atau fleksibel, yang dilengkapi dengan lensa mata pada salah satu ujungnya dan juga mempunyai lensa obyektif di sisi lain dihubungkan oleh sistem optik relay. Sistem optik biasanya dikelilingi oleh sert optik untuk penerangan dari remote objek, yaitu sebuah gambar internal dari objek diterangi dibentuk oleh lensa objektif dan diperbesar oleh lensa mata.
alat inspeksi Borescope
Fungsi borescope untuk melakukan sebuah inspeksi pada sebuah mesin, untuk meriksa mesin pada bagian dalam, apakah ada kecacatan atau tidak pada mesin tersebut. Alat inspeksi ini dapat menghasilkan sesuai dengan bentuk visual mesin (kenyataan mesin tersebut) karena alat inspeksi ini bisa dapat mengambil gambar sesuai keadaan dalam mesin tersebut dan bisa juga dalam bentuk video yang ditampilkan, Borescope digunakan pada area tidak dapat dijangkau oleh manusia.


Aplikasi borescope
Borescope biasanya digunakan dalam inspeksi visual dari mesin pesawat, aeroderivative turbin gas industri, turbin, uap, mesin diesel dan mesin otomotif. Gas dan uap turbin memerlukan perhatian khusus karena keselamatan dan persyaratan pemeliharaan. dengan dilakukan inspeksi menggunakan alat borescope dapat mencegah perawatan yang tidak perlu sering terjadi pada lingkungan kerja.

Alat Inspeksi Thermal Imager

Alat inspeksi thermal imager merupakan alat yang mampu menghasilkan foto yang jernih yang sebelumnya sudah dilakukan konversi. Fungsi dari alat tersebut memang banyak, salah satunya dapat memeriksa rumah yang mengalami masalah tersembunyi dari pandangan yang dapat menjadi masalah yang berbahaya atau akan mahal jika diperbaiki. Sepeti kabel yang rusak atau insulation yang hilang dan masih banyak yang lainnya yang tidak dapat dilihat dengan penglihatan mata.
alat inspeksi thermal imager

Namun  dengan mengggunakan thermal imager ini memungkinkan anda untuk menemukan dan mendiagnosa masalah dalam hitungan detik. Karena alat ini memang mampu menampilkan gambar yang jernih. Dalam sistem kerja thermal imager akan langsung ke titik sumber yang berpotensial menyebabkan masalah lingkungan sekitar. Selain itu alat ini juga dapat mengetahui kondisi objek ukur dalam waktu yang singkat.

Dalam dunia kelistrikan alat tersebut memang sangat dibutuhkan dan thermal imager sudah menjadi perangkat standart untuk preventive dan predictive maintenance. Karena dapat sangant cepat mengetahui penyebab kerusakan pada mesin, karena apabila ada sesuatu mesin mendapatkan dengan suhu yang bedanya sangat signifikan kemungkinan besar masalah pada mesin tersebut ada pada titik tersebut. 

Artikel Terkait : Aplikasi Thermal Imager Di Berbagai Bidang Industri 
Artikel Terkait : Beberapa Temuan Dengan Menggunakan Thermal Image
Artikel Terkait : Perbedaan Infrared Thermometer dengan Thermal Imaging


Cara Kerja Sensor Ultrasonik

Cara kerja sensor Ultrasonik

Pada sensor ultrasonik, gelombang ultrasonik dibangkitkan melalui sebuah alat yang disebut dengan piezoelektrik dengan frekuensi tertentu. Piezoelektrik ini akan menghasilkan gelombang ultrasonik (umumnya berfrekuensi 40kHz) ketika sebuah osilator diterapkan pada benda tersebut. Secara umum, alat ini akan memancarkan gelombang ultrasonik menuju suatu area atau suatu target. Setelah gelombang menyentuh permukaan target, maka target akan memantulkan kembali gelombang tersebut. Gelombang pantulan dari target akan ditangkap oleh sensor, kemudian sensor menghitung selisih antara waktu pengiriman gelombang dan waktu gelombang pantul diterima.
Cara Kerja Sensor Ultrasonik

Cara kerja sensor ultrasonik adalah sebagai berikut:
    • Sinyal dipancarkan oleh pemancar ultrasonik dengan frekuensi tertentu dan dengan durasi waktu tertentu. Sinyal tersebut berfrekuensi diatas 20kHz. Untuk mengukur jarak benda (sensor jarak), frekuensi yang umum digunakan adalah 40kHz.
    • Sinyal yang dipancarkan akan merambat sebagai gelombang bunyi dengan kecepatan sekitar 340 m/s. Ketika menumbuk suatu benda, maka sinyal tersebut akan dipantulkan oleh benda tersebut.
    • Setelah gelombang pantulan sampai di alat penerima, maka sinyal tersebut akan diproses untuk menghitung jarak benda tersebut. Jarak benda dihitung berdasarkan rumus :
       S = 340.t/2
      dimana S merupakan jarak antara sensor ultrasonik dengan benda (bidang pantul), dan t adalah selisih antara waktu pemancaran gelombang oleh transmitter dan waktu ketika gelombang pantul diterima receiver.

      Artikel Terkait : Mengenal Alat Uji Ketebalan
      Artikel Terkait : Belajar Menggunaka Alat Uji Ketebalan
      Artikel Terkait : Alat Ukur Ketebalan Logam

      Alat Uji Kekerasan Karet

      Alat uji kekerasan karet bertujuan untuk menentukan kekerasan pada suatu material yaitu dengan mengukur kedalaman lekukan indentasi. Material yang di ujikan pada kekerasan non logam yaitu mengikuti plastik, palastik mika, Foam, karet, carbon dan material sejenis lainnya, Indentor yang digunakan berupa jarum yang melakukan penetrasi kedalam material, dan jarum di indikatorkan melakukan pengukuran 0-100. Sakala/satuan untuk pengukuran kekerasan ini ialah"shore" dan untuk material jenis karet menggunakan Jenis A (untuk material yg lbh keras seperti plastik menggunakan Jenis D).
      Tidak ada klasifikasi khusus yg menentukan karet disebut lembek atau keras, hanya saja yang berlaku ialah jika kekerasannya ada dibawah 60 shore A biasa diklasifikasikan lembek, 60-70 shore A sedang, dan diatasnya diklasifikasikan sebagai karet keras. Namun hal ini berlaku relatif. Berikut ini value hardness scale yang biasa digunakan.

      skala kekerasan karet





      Alat Uji Kekerasan Logam

      Alat uji kekerasan logam dengan Metode pengujian kekerasan rebound bertujuan untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan terhadap material dengan cara mengukur tinggi pantulan suatu pemukul (hammerdengan berat tertentu yang dijatuhkan dari suatu ketinggian terhadap permukaan benda uji. Tinggi pantulan (rebound) yang dihasilkan mewakili kekerasan benda uji. Semakin tinggi pantulan tersebut, yang ditunjukkan oleh dial pada alat pengukur, maka kekerasan benda uji dinilai semakin tinggi. Pada metode kekerasan rebound material indentor yang digunakan adalah seperti bola baja, namun bola baja tersebut di sudah lapisin, sehingga tidak terlihat, alat bantu tersebut sering disebut impact device. Impact device yang digunakan juga memiliki beberapa jenis, tergantung kebuhan penggunanya.



      Kelebihan pengujian kekerasan rebound
      • Main unit bisa dibawa kemana saja karena bentuknnya yang kecil dan tidak berat.
      • Pengujian bisa langsung digunakan pada mesin ataupun material.
      • Harganya yang lebih murah dibandingkan alat uji kekerasan lainnya.
      Kelemahan pengujian kekerasan rebound
      • Main unit dan impact device harus dibawa dengan hati-hati karena bentuknya yang kecil dan tidk terlalu berat dan bisa di bawa kemana saja, kemungkinan main unit bisa saja terjatuh baik secara sengaja ataupun tidak sengaja.
      Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan Rockwell
      Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan Brinell
      Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan Vickers

      Alat Uji Kekerasan Rockwell

      Alat uji kekerasan rockwell bertujuan untuk menentukan kekerasan material dalam bentuk daya tahan material terhadap benda uji (specimen) dengan menggunakan indentor bola baja ataupun kerucut intan yang ditekankan padda material uji tersebut. Diameter identor bola baja yang biasa digunakan umumnya 1/16 inchi dan untuk material yang lebih lunak menggunakan diameter 1/8, 1/4 dan 1/2 inchi.  Pengujian dilakukan dengan terlebih dahulu memberikan beban minor 10 kg, dan kemudian diberikan beban mayor, biasanya berkisar antara 60 – 100 kg untuk indentor bola baja dan 150 kg untuk indentor brale. Meskipun demikian, dapat digunakan beban dan indentor sesuai dengan kondisi pengujian.
      Metode pengujian kekerasan rockwell

      Kelebihan pengujian kekerasan rockwell
      • Dapat digunakan untuk bahan yang sangat keras.
      • Dapat dipakai untuk batu gerinda sampai plastik.
      • Cocok untuk semua material yang keras dan lunak.
      Kelemahan pengujian kekerasan rockwell
      • Tingkat ketelitian rendah.
      • Tidak stabil apabila terkena goncangan.
      • Penekanan bebannya tidak praktis.
      Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan Brinell
      Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan Rockwell
      Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan Logam

        Alat Uji Kekerasan Brinell



        Alat uji kekerasan brinnel bertujuan untuk untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap bola baja (identor) yang ditekankan pada permukaan material (spesimen). Pengujian brinnel idealnya diperuntukan untuk material yang memiliki permukaan yang kasar dengan uji kekuatan berkisar 500-3000 kgf. Metode pengujian kekerasan brinnel menggunakan indentor bola baja yang sudah dikeraskan dan diplating  dan ada juga yang terbuat dari bahan karbida Tungsten. Diameter indentor yang digunakan pada pengujian kekerasan brinnel adalah 10mm, 5mm, 2,5mm, dan 1mm, itu semua adalah diameter bola standar internasional. Prinsip metode pengujian kekerasan ini yaitu dengan menekan indentor selama 30 detik. Kemudian diameter hasil Identansi diukur dengan menggunakan mikroskop  optik. Diameter harus dihitung dua kali pada sudut tegak lurus yang berbeda, kemudian dirata-ratakan.
        Metode pengujian brinnel

        Kelemahan Metode Brinell
        • Tidak dapat digunakan pada benda yang tipis dan kecil.
        • Butuh ketelitian saat mengukur diameter lekukan hasil indentasi.
        Kelebihan Metode Brinell
        • Sangat dianjurkan untuk material-material atau bahan-bahan uji yang bersifat heterogen.
        Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan Vickers
        Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan Rockwell
        Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan Logam

        Alat Uji Kekerasan Vickers

        Alat uji kekerasan vickers atau yang juga dikenal sebagi Diamond Pyramid Hardness Test. Uji kekerasan vickers menggunakan menggunakan piramida intan dengan sudut puncak piramida mencapai 136 derajat. Pada metode pengujian vickers menggunakan pembebnan yang relatif sangat kecil yaitu 1kg - 120kg bahkan untuk pengujian microstructur ditentukan dengan beban 10g - 1000g, Sehinggan pengujian vickers sangat cocok pada material yang keras dan tipis,  sedangkan untuk bahan yang lunak dan tidak homogen seperti besi tuang (cast Iron) Vickers tidak sesuai untuk digunakan.
        metode Pengujian Vickers

        Kelebihan  pengujian Vickers
        1. Skala kekerasan yang continue untuk rentang yang luas, dari yang sangat lunak dengan nilai 5 maupun yang sangat keras dengan nilai 1500 karena indentor intan yang sangat keras.
        2. Dianjurkan untuk pengujian material yang sudah di proses case hardening, dan proses pelapisan dengan logam lain yang lebih keras.
        3. Dapat dilakukan pada benda benda pada ketipisan 0,006 inchi.

        Kelemahan pengujian Vickers
        1. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menentukan nilai kekerasan sehingga jarang dipakai untuk kebutuhan rutin. 


        Pengujian kekerasan benda khususnya logam sangat diperlukan dalam dunia industri/manufaktur. Meskipun masing masing metode pengujian kekerasan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan, dapat disesuaikan sesuai kebutuhan sehingga mendapatkan hasil material yang berkualitas.

        Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan Brinell
        Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan Rockwell
        Artikel Terkait : Alat Uji Kekerasan Logam