Alat Inspeksi Borescope

Alat inpeksi Borescope adalah perangkat optik yang terdiri dari tabung kaku atau fleksibel, yang dilengkapi dengan lensa mata pada salah satu ujungnya dan juga mempunyai lensa obyektif di sisi lain dihubungkan oleh sistem optik relay. Sistem optik biasanya dikelilingi oleh sert optik untuk penerangan dari remote objek, yaitu sebuah gambar internal dari objek diterangi dibentuk oleh lensa objektif dan diperbesar oleh lensa mata.
alat inspeksi Borescope
Fungsi borescope untuk melakukan sebuah inspeksi pada sebuah mesin, untuk meriksa mesin pada bagian dalam, apakah ada kecacatan atau tidak pada mesin tersebut. Alat inspeksi ini dapat menghasilkan sesuai dengan bentuk visual mesin (kenyataan mesin tersebut) karena alat inspeksi ini bisa dapat mengambil gambar sesuai keadaan dalam mesin tersebut dan bisa juga dalam bentuk video yang ditampilkan, Borescope digunakan pada area tidak dapat dijangkau oleh manusia.


Aplikasi borescope
Borescope biasanya digunakan dalam inspeksi visual dari mesin pesawat, aeroderivative turbin gas industri, turbin, uap, mesin diesel dan mesin otomotif. Gas dan uap turbin memerlukan perhatian khusus karena keselamatan dan persyaratan pemeliharaan. dengan dilakukan inspeksi menggunakan alat borescope dapat mencegah perawatan yang tidak perlu sering terjadi pada lingkungan kerja.

Alat Inspeksi Thermal Imager

Alat inspeksi thermal imager merupakan alat yang mampu menghasilkan foto yang jernih yang sebelumnya sudah dilakukan konversi. Fungsi dari alat tersebut memang banyak, salah satunya dapat memeriksa rumah yang mengalami masalah tersembunyi dari pandangan yang dapat menjadi masalah yang berbahaya atau akan mahal jika diperbaiki. Sepeti kabel yang rusak atau insulation yang hilang dan masih banyak yang lainnya yang tidak dapat dilihat dengan penglihatan mata.
alat inspeksi thermal imager

Namun  dengan mengggunakan thermal imager ini memungkinkan anda untuk menemukan dan mendiagnosa masalah dalam hitungan detik. Karena alat ini memang mampu menampilkan gambar yang jernih. Dalam sistem kerja thermal imager akan langsung ke titik sumber yang berpotensial menyebabkan masalah lingkungan sekitar. Selain itu alat ini juga dapat mengetahui kondisi objek ukur dalam waktu yang singkat.
Dalam dunia kelistrikan alat tersebut memang sangat dibutuhkan dan thermal imager sudah menjadi perangkat standart untuk preventive dan predictive maintenance. Karena dapat sangant cepat mengetahui penyebab kerusakan pada mesin, karena apabila ada sesuatu mesin mendapatkan dengan suhu yang bedanya sangat signifikan kemungkinan besar masalah pada mesin tersebut ada pada titik tersebut. 

Cara Kerja Sensor Ultrasonik

Cara kerja sensor Ultrasonik

Pada sensor ultrasonik, gelombang ultrasonik dibangkitkan melalui sebuah alat yang disebut dengan piezoelektrik dengan frekuensi tertentu. Piezoelektrik ini akan menghasilkan gelombang ultrasonik (umumnya berfrekuensi 40kHz) ketika sebuah osilator diterapkan pada benda tersebut. Secara umum, alat ini akan memancarkan gelombang ultrasonik menuju suatu area atau suatu target. Setelah gelombang menyentuh permukaan target, maka target akan memantulkan kembali gelombang tersebut. Gelombang pantulan dari target akan ditangkap oleh sensor, kemudian sensor menghitung selisih antara waktu pengiriman gelombang dan waktu gelombang pantul diterima.
Cara Kerja Sensor Ultrasonik

Cara kerja sensor ultrasonik adalah sebagai berikut:
    • Sinyal dipancarkan oleh pemancar ultrasonik dengan frekuensi tertentu dan dengan durasi waktu tertentu. Sinyal tersebut berfrekuensi diatas 20kHz. Untuk mengukur jarak benda (sensor jarak), frekuensi yang umum digunakan adalah 40kHz.
    • Sinyal yang dipancarkan akan merambat sebagai gelombang bunyi dengan kecepatan sekitar 340 m/s. Ketika menumbuk suatu benda, maka sinyal tersebut akan dipantulkan oleh benda tersebut.
    • Setelah gelombang pantulan sampai di alat penerima, maka sinyal tersebut akan diproses untuk menghitung jarak benda tersebut. Jarak benda dihitung berdasarkan rumus :
       S = 340.t/2
      dimana S merupakan jarak antara sensor ultrasonik dengan benda (bidang pantul), dan t adalah selisih antara waktu pemancaran gelombang oleh transmitter dan waktu ketika gelombang pantul diterima receiver.

      Alat Uji Kekerasan Karet

      Alat uji kekerasan karet bertujuan untuk menentukan kekerasan pada suatu material yaitu dengan mengukur kedalaman lekukan indentasi. Material yang di ujikan pada kekerasan non logam yaitu mengikuti plastik, palastik mika, Foam, karet, carbon dan material sejenis lainnya, Indentor yang digunakan berupa jarum yang melakukan penetrasi kedalam material, dan jarum di indikatorkan melakukan pengukuran 0-100. Sakala/satuan untuk pengukuran kekerasan ini ialah"shore" dan untuk material jenis karet menggunakan Jenis A (untuk material yg lbh keras seperti plastik menggunakan Jenis D).
      Tidak ada klasifikasi khusus yg menentukan karet disebut lembek atau keras, hanya saja yang berlaku ialah jika kekerasannya ada dibawah 60 shore A biasa diklasifikasikan lembek, 60-70 shore A sedang, dan diatasnya diklasifikasikan sebagai karet keras. Namun hal ini berlaku relatif. Berikut ini value hardness scale yang biasa digunakan.

      skala kekerasan karet





      Alat Uji Kekerasan Logam

      Alat uji kekerasan logam dengan Metode pengujian kekerasan rebound bertujuan untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan terhadap material dengan cara mengukur tinggi pantulan suatu pemukul (hammerdengan berat tertentu yang dijatuhkan dari suatu ketinggian terhadap permukaan benda uji. Tinggi pantulan (rebound) yang dihasilkan mewakili kekerasan benda uji. Semakin tinggi pantulan tersebut, yang ditunjukkan oleh dial pada alat pengukur, maka kekerasan benda uji dinilai semakin tinggi. Pada metode kekerasan rebound material indentor yang digunakan adalah seperti bola baja, namun bola baja tersebut di sudah lapisin, sehingga tidak terlihat, alat bantu tersebut sering disebut impact device. Impact device yang digunakan juga memiliki beberapa jenis, tergantung kebuhan penggunanya.



      Kelebihan pengujian kekerasan rebound
      • Main unit bisa dibawa kemana saja karena bentuknnya yang kecil dan tidak berat.
      • Pengujian bisa langsung digunakan pada mesin ataupun material.
      • Harganya yang lebih murah dibandingkan alat uji kekerasan lainnya.
      Kelemahan pengujian kekerasan rebound
      • Main unit dan impact device harus dibawa dengan hati-hati karena bentuknya yang kecil dan tidk terlalu berat dan bisa di bawa kemana saja, kemungkinan main unit bisa saja terjatuh baik secara sengaja ataupun tidak sengaja.

      Alat Uji Kekerasan Rockwell

      Alat uji kekerasan rockwell bertujuan untuk menentukan kekerasan material dalam bentuk daya tahan material terhadap benda uji (specimen) dengan menggunakan indentor bola baja ataupun kerucut intan yang ditekankan padda material uji tersebut. Diameter identor bola baja yang biasa digunakan umumnya 1/16 inchi dan untuk material yang lebih lunak menggunakan diameter 1/8, 1/4 dan 1/2 inchi.  Pengujian dilakukan dengan terlebih dahulu memberikan beban minor 10 kg, dan kemudian diberikan beban mayor, biasanya berkisar antara 60 – 100 kg untuk indentor bola baja dan 150 kg untuk indentor brale. Meskipun demikian, dapat digunakan beban dan indentor sesuai dengan kondisi pengujian.
      Metode pengujian kekerasan rockwell

      Kelebihan pengujian kekerasan rockwell
      • Dapat digunakan untuk bahan yang sangat keras.
      • Dapat dipakai untuk batu gerinda sampai plastik.
      • Cocok untuk semua material yang keras dan lunak.
      Kelemahan pengujian kekerasan rockwell
      • Tingkat ketelitian rendah.
      • Tidak stabil apabila terkena goncangan.
      • Penekanan bebannya tidak praktis.

      Alat Uji Kekerasan Brinell

      Alat uji kekerasan brinnel bertujuan untuk untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap bola baja (identor) yang ditekankan pada permukaan material (spesimen). Pengujian brinnel idealnya diperuntukan untuk material yang memiliki permukaan yang kasar dengan uji kekuatan berkisar 500-3000 kgf. Metode pengujian kekerasan brinnel menggunakan indentor bola baja yang sudah dikeraskan dan diplating  dan ada juga yang terbuat dari bahan karbida Tungsten. Diameter indentor yang digunakan pada pengujian kekerasan brinnel adalah 10mm, 5mm, 2,5mm, dan 1mm, itu semua adalah diameter bola standar internasional. Prinsip metode pengujian kekerasan ini yaitu dengan menekan indentor selama 30 detik. Kemudian diameter hasil Identansi diukur dengan menggunakan mikroskop  optik. Diameter harus dihitung dua kali pada sudut tegak lurus yang berbeda, kemudian dirata-ratakan.
      Metode pengujian brinnel

      Kelemahan Metode Brinell
      • Tidak dapat digunakan pada benda yang tipis dan kecil.
      • Butuh ketelitian saat mengukur diameter lekukan hasil indentasi.
      Kelebihan Metode Brinell
      • Sangat dianjurkan untuk material-material atau bahan-bahan uji yang bersifat heterogen.

      Alat Uji Kekerasan Vickers

      Alat uji kekerasan vickers atau yang juga dikenal sebagi Diamond Pyramid Hardness Test. Uji kekerasan vickers menggunakan menggunakan piramida intan dengan sudut puncak piramida mencapai 136 derajat. Pada metode pengujian vickers menggunakan pembebnan yang relatif sangat kecil yaitu 1kg - 120kg bahkan untuk pengujian microstructur ditentukan dengan beban 10g - 1000g, Sehinggan pengujian vickers sangat cocok pada material yang keras dan tipis,  sedangkan untuk bahan yang lunak dan tidak homogen seperti besi tuang (cast Iron) Vickers tidak sesuai untuk digunakan.
      metode Pengujian Vickers

      Kelebihan  pengujian Vickers
      • Skala kekerasan yang continue untuk rentang yang luas, dari yang sangat lunak dengan nilai 5 maupun yang sangat keras dengan nilai 1500 karena indentor intan yang sangat keras
      • dianjurkan untuk pengujian material yang sudah di proses case hardening, dan proses pelapisan dengan logam lain yang lebih keras
      • Dapat dilakukan pada benda benda pada ketipisan 0,006 inchi
      Kelemahan pengujian Vickers
      • Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menentukan nilai kekerasan sehingga jarang dipakai untuk kebutuhan rutin.
      Pengujian kekerasan benda khususnya logam sangat diperlukan dalam dunia industri/manufaktur. Meskipun masing masing metode pengujian kekerasan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan, dapat disesuaikan sesuai kebutuhan sehingga mendapatkan hasil material yang berkualitas.

      Alat Ukur Laser Distance Meter

      Alat ukur laser distance Meter merupakan sebuah alat ukur jarak dengan menggunakan teknologi laser dan tilt sensor (sensor kemiringan).


      alat ukur Laser Distance Meter
      Fungsi Laser distance meter :
      • Pengukuran tidak langsung dengan Tilt Sensor terintegrasi, dapat dengan cepat & mudah mengukur kemiringan hingga ± 45 ° bahkan di atas tanah. Hal ini sangat berguna ketika menentukan kemiringan atap
      • Pengukuran Jarak Horizontal bahkan ketika objek tidak dapat ditargetkan secara langsung. Hal ini sangat berguna ketika penghalang seperti dinding atau pagar berdiri di garis pandang.
      • Pengukuran sudut & Fungsi Stake out
      • Pengukuran jarak seseorang, kawasan dan luas secara tepat dan alat perkiraan untuk mengukur jarak jauh dan tempat-tempat yang sulit dijangkau.

      Cara Membaca Pengukuran Mikrometer Sekrup

      Berikut ini saya akan membahas Cara Membaca Pengukuran Mikrometer Sekrup.


      Cara Membaca Pengukuran Mikrometer Sekrup


      1) Baca skala utama yang tampak 8,5 mm.

      2) Baca skala nonius yang berimpit dengan sumbu skala utama, yaitu skala 40, sehingga nilai nonius = 40 × 0,01 = 0,4 mm

      3) Hasil pengukuran = skala utama + skala nonius. Jadi, diameter kelereng = (8,5 + 0,4) mm = 8,90 mm.


      Bagian - Bagian Mikrometer Sekrup

      Mikrometer sekrup secara standart memiliki 7 bagian, berikut ini bagian - bagian mikrometer Sekrup yaitu :

                         Bagian-bagian mikrometer sekrup
       Bagian-bagian mikrometer sekrup

      1. Anvil
      Anvil memiliki fungsi sebagai penahan saat sebuah benda akan diukur dan ditempatkan diantara anvil dengan spindle.

      2. Spindle
      Spindle atau poros gerak merupakan sebuah silinder yang bisa digerakan menuju anvil.

      3. Lock Nut
      Pengunci mempunyai fungsi untuk menahan spindle atau poros gerak agar tidak bergerak saat proses pengukuran benda.

      4. Sleeve

      Tempat terletaknya skala utama.

      5. Thimble
      Thimble adalah tempat skala putar berada, yaitu ujung kanan digunakan untuk memutar maju spindle ketika masih belum berdekatan dengan benda yang diukur atau memutar mundur melepaskan benda yang di ukur.

      6. Rachet
      Dipakai untuk memutar Spindle atau poros gerak saat ujung dari Spindle telah dekat dengan benda yang akan di ukur dan kemudian untuk mengencangkan Spindle atau poros gerak sampai terdengar suara bunyi. Untuk bisa dipastikan jika ujung Spindle telah menempel sempurna dengan benda yang akan diukur maka Ratchet diputar sebanyak 2 sampai 3 putaran.

      7. Frame

      Frame ini mempunyai bentuk menyerupai huruf  C, frame dibuat dengan desain agak tebal serta kuat dengan tujuan untuk meminimalkan terjadinya peregangan yang bisa mengganggu proses pengukuran. Frame juga di lapisi dengan lapisan plastik guna meminimalkan terjadinya transfer panas dari tangan manusia terhadap baja saat proses pengukuran.

      Cara Membaca Jangka Sorong Manual

      Cara Membaca Jangka Sorong Manual


      Cara membaca jangka sorong

      Dalam membaca jangka sorong hal pertama yang harus diperhatikan yaitu skala nonius yang berimpit dengan salah satu skala utamanya yang di bagian atas. Perhatikan pada gambar di atas! Angka yang berimpit pada skala nonius dengan skala utama adalah angka 4. Artinya nilainya adalah 0,4 mm. Selanjutnya perhatikan angka NOL pada skala nonius, disitu terlihat angka NOL nya terletak di angka skala Utama 4,7. Artinya nilai skala utamanya 4,7 cm. Jadi cara membaca hasil pengukuran jangka sorong adalah: 4,7 cm + 0,4 mm = 4,74 cm



      Saya berharap tulisan di atas dapat bermanfaat untuk kalian sebagai pembaca dan silahkan di share jika artikel ini bermanfaat.

      Mengenal Jangka Sorong Digital

      Jangka Sorong Digital merupakan salah satu dari beberapa jenis jangka sorong yang biasa digunakan. Dengan adanya jangka sorong digital proses pengukuran menggunakan caliper semakin mudah. Karena kita tidak perlu lagi membaca skala utama dan skala nonius pada bagian jangka sorong.


      Jangka sorong digital
      Jangka sorong digital

      Jika dilihat bentuk semua jenis jangka sorong hampir serupa hanya terdapat sedikit perbedaan, contohnya pada jangka sorong jenis digital bedanya hanya terdapat pada skala nonius yang diganti dengan modul elektronik yang mempunyai display layar monitor. Dalam penggunaannya jangka sorong digital juga sangat mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus, hanya perlu memperhatikan hal-hal tertentu agar tidak mengganggu proses pengukuran.

      Sebelum menggunakan jangka sorong ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
      • Rahang geser harus bisa meluncur pada batang ukur dengan baik.
      • Pastikan menekan tombol ON/Zero saat kedua rahang menempel.
      • Benda yang akan diukur sebisa mungkin jangan diukur hanya dengan menggunakan ujung rahang ukur usahakan agak kedalam.
      • Tekanan pengukuran jangan terlalu kuat tetapi seperlunya saja.
      • Pastikan kebersihan permukaan benda yang akan diukur.


      Setelah dipastikan angka pada display layar menunjukkan angka 0 dan kedua rahang dalam posisi menempel. Kita bisa mengarahkan jangka sorong ke benda yang akan kita ukur maka layar monitor display akan menampilkan angka hasil pengukuranya.



      Cara Menggunakan Jangka Sorong Manual

      Pada pembahasan sebelumnya sudah dibahas untuk bagian-bagian dari jangka sorong, kali ini saya akan membahas tentang cara menggunakan jangka sorong manual. Dalam memakai jangka sorong ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan yaitu :

      1. Pertama-tama kendorkan baut pengunci kemudian geser rahang geser untuk mengetahui apakah rahang geser berfungsi dengan baik. Pastikan saat kedua rahang menutup jangka sorong harus tepat menunjukan angka nol. Jika tidak bersihkan kedua bagian dalam rahang mungkin terdapat kotoran, Jika masih belum menunjukan angka nol atur ke angka nol.

      2. Langkah yang kedua yaitu pastikan permukaan benda yang akan diukur dalam keadaan bersih karena jika terdapat kotoran bisa menyebabkan hasil pengukuran yang salah, Selain permukaan benda bersihkan juga permukaan rahang.

      3. Tutup kedua rahang hingga mengapit benda ukur, Tentukan posisi benda ukur sesuai dengan pengukuran yang akan diambil. Kemudian tinggal membaca skalanya.

      Cara Menggunakan Caliper
      Cara Menggunakan Caliper

      Cara Menggunakan Jangka Sorong untuk Menghitung dan Mengukur Diamater


      Untuk penggunaan mengukur diameter luar kita menggunakan rahang bagian dalam, sedangkanuntuk mengukur diameter dalam sebuah benda misal pipa kita menggunakan rahang bagian luar. Untuk mengukur diameter dalam kita rapatkan rahang kemudian tempatkan benda ukur, kemudian tarik rahang geser hingga kedua rahang menempel pada bagian dalam benda ukur. Kemudian pastikan dinding bagian dalam benda tegak lurus dengan skala, artinya posisi benda jangan miring.
      Diameter Dalam dan Diameter Luar

      Cara Menggunakan Jangka Sorong untuk Mengukur Kedalaman

      Pada prinsipnya penggunaan untuk mengukur kedalaman dengan diameter adalah sama hanya bagian yang digunakan untuk mengukur yang membedakannya. Caranya tempatkan benda yang akan diukur dalamnhya pada tangkai ukur. Kemudian tariklah rahang geser hingga bagian pengukur kedalaman menyentuh permukaan benda tersebut. Pastikan saat proses pengukuran benda dalam keadaan tegak lurus dan tidak bergerak.

      Mengukur kedalaman
      Mengukur Kedalaman

      Alat Uji Kekerasan Indentasi

      Di dalam pengujian kekerasan ada beberapa metode pengujian, Berikut ini kami mengajak Anda untuk mengenali metode alat uji kekerasan indentasi :

      Uji kekerasan ini berupa pembentukan lekukan pada permukaan logam menggunakan indentor. Indentor untuk brinell berbentuk bola dengan diameter 10mm, diameter 5mm, diameter 2,5mm, dan diameter 1mm, itu semua adalah diameter bola standar internasional. Bola brinell yang standar internasional tersebut ada 2 bahan pembuatannya. Ada yang terbuat dari baja yang di keraskan/dilapis chrom, dan ada juga yang terbuat dari tungsten carbide. Tungsten carbide lebih keras dari baja, jadi tungsten carbide biasanya dipakai untuk pengujian benda yang keras yang dikhawatirkan akan merusak bola baja. Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam silahkan klik disini.

      Indentor Brinnel

      Indentor Brinnel

      Uji kekerasan vickers menggunakan indentor piramida intan, besar sudut antar permukaan piramida intan yang saling berhadapan adalah 136 derajat. Ada dua rentang kekuatan yang berbeda, yaitu micro (10g – 1000g) dan macro (1kg – 100kg).  Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam silahkan klik disini.

      Indentor Vickers
      Indentor Vickers

      Pengujian rockwell menggunakan indentor bola baja diameter standar (diameter 10mm, diameter 5mm, diameter 2.5mm, dan diameter 1mm) dan indentor kerucut intan. pengujian ini tidak membutuhkan kemampuan khusus karena hasil pengukuran dapat terbaca langsung. tidak seperti metoda pengujian Brinell dan Vickers yang harus dihitung menggunakan rumus terlebih dahulu. Pengujian ini menggunakan 2 beban, yaitu beban minor/minor load (F0) = 10 kgf dan beban mayor/mayor load (F1) = 60kgf sampai dengan 150kgf tergantung material yang akan di uji dan tergantung menu rockwell yang dipilih (ada HRC, HRB, HRG, HRD, dll. Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam silahkan klik disini.

      Indentor Rockwell
      Indentor Rockwell

      Alat Uji Kekasaran Permukaan

      Alat uji kekasaran permmukaan (Surface roughness tester) adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur permukaan pada sebuah specimen (benda) baik tingkat kekasaran ataupun tingkat kehalusan permukaan. Alat ini mengukur sangat rinci hingga pada satuan mikronmeter (um). Kenapa permukaan pada sebuah specimen atau mesin perlu di ketahui ukuran permukaannya ???
      Tentunya kalau pada sebuah specimen kalau nilai permukaanya tidak masuk sesuai dengan kriteria nilai acuan maka akan dikatakan specimen tersebut NG ataupun NG+ hal ini perlu diperbaiki lagi dalam proses produksi ataupun dalam riset yang diperlukan. Kalau pada sebuah mesin yaitu dapat diketahui jika ada goresan goresan kecil, karena hal tersebut dapat mempengaruhi produk yang dihasilkan bisa dikatakan tidak sesuai dengan kualitas suatu produk.

      surface roughness tester
      Surface Roughness Tester


      Gambar di atas adalah beberapa aplikasi pada pemakaian surface roughness tester. Dalam dunia industri alat ini sangat berfungsi dalam menentukan specimen tersebut dapat dikatakan "OK", kalau saja dari specimen tersebut tidak "OK" maka periksalah mesin proses produksi Anda untuk memastikan ada yang tidak bagus dalam bagian-bagian mesin tersebut.

      Artikel Terkait : Cara Menggunaka Surface Roughness Tester
      Artikel Terkait : Pengukuran Kekasaran Permukaan  
      Artikel Terkait : Menguji Getaran Pada Mesin Industri

      Mengenal Alat Uji Ketebalan

      Dalam mengukur sebuah ketebalan umumnya hanya mengenal caliper saja, Namun sebenarnya ada alat lain yaitu Ultrasonik thickness gauge. Mari kita Mengenal alat uji ketebalan lebih dalam. adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur ketebalan pada suatu material. Material yang dapat di ukur oleh alat ini adalah benda yang terbuat dari logam maupun non logam,
      Calibrator Ultrasonick Thickness Gauge
      Material Alat Uji Ketebalan


      Gambar di atas adalah sebuah material besi yang yang bisa di ukur ketebalannya dengan alat ultrasonik thickness gauge, material di atas bisa juga disebut calibrator (nilai acuan) untuk dilakukan kalibrasi, kalibrasi itu semacam mencocokan nilai yaitu antara main unit dengan ketebalan calibrator tersebut harus sama, kalau unit tersebut tidak tepat pengukurannya maka alat tersebut dibutuhkan kalibrasi. Jika Anda ingin mengetahui lebih luas tentang kalibrasi alat ini silakan klik di sini. Ultrasonick thickness gauge ini bekerja dengan menggunakan prinsip kerja ultrasonick yaitu dengan menggunakan gelombang ultrasonick transmitter sebagai pemancar sinyal yang berfungsi menembus permukaan benda dan gelombang ultasonick receiver sebagai penerima sinyal dari transmitter. 


      contoh sensor ultrasonik
             Sensor ultrasonik

      Gambar di atas adalah macam-macam sensor ultrasonik. Jika Anda ingin mengetahui teori sensor ultrasonik lebih lengkap silakan klik di sini. Dalam dunia industri alat ini sangatlah bermanfaat sekali. Pengujian ketebalan pada sebuah benda dapat membawa manfaat untuk industri kayu, furniture, lantai dan produsen alat lainnya yang sering menerapkan beberapa lapis pernis atau bahan finishing serupa. Dalam beberapa proses produksi memerlukan pengujian ketebalan sample. Bila diterapkan pada ketebalan yang salah yaitu dapat mengurangi suara yang dikelurkan dari sebuah alat musik, karena bila terlalu tebal dapat mengurangi resonasi akustik pada sebuah alat musik, jika terlalu sedikit juga dapat memiliki efek sebaliknya.


      mengenal Ultrsonick thickness gauge
      Ultrasonik Thickness Gauge


      Di sekarang-sekarang banyak beberapa perusahaan instrumen musik dan perusahaan lainnya menggunakan ultrasonik thickness untuk mengukur sebuah sample yang di produksi secara akurat. Agar bisa dapat memaksimalkan manfaatnya sebuah produk.

      Alat Pengujian Beton

      Dalam pengujian beton diperlukan beberapa alat menguji beton untuk menentukan kualitas beton. berikut ini adalah alat uji yang digunakan dalam pengujian beton :

      1. Rebar locator

      Rebar locator adalah suatu alat yang berfungsi untuk mendeteksi posisi tulangan baja (besi coran) dalam pembuatann beton, pada alat ini umumny dapat memiliki 3 fungsi yaitu mendeteksi tulangan baja, diameter tulangan baja dan ketebala lapisan (cover) beton ke tulangan baja. Untuk alat ini fungsi yang paling akurat adalah untuk mendeteksi posisi tulangan baja dan lapisan beton ke tulangan bja karena sesuai dengan nama alat tersebut. Jika Anda ingin tahu lebih dalam tentang alat rebar locator silakan klik disini.

      rebar locator
      Rebar locator
      2 Crack Depth Gauge

      Crack Depth Gauge adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur  retakan, seperti keretakan kedalaman beton yang disertai dengan lebar keretakan pada beton. Dalam beberapa bidang alat ini juga berfungsi untuk mendeteksi cacat pada beton tersebut. Yaitu dengan menggunakan sensor ultrasonick, dengan menerapkan teknologi ini ketelitian pada pengukuran dapat ditampilkan secara lebih lengkap. Jika Anda ingin tahu lebih dalam tentang alat Crack Depth Gauge silakan klik disini.

      Crack Depth Gauge
      Crack Depth Gauge
      3. Rebar Corrosion Detector

      Korosi pada rebar dalam beton dapat mengurangi luas efektif rabar, menyebabkan ekspansi dan fraktur beton serta penurunan kekutan cengkram, kapasitas rebar dan beton batalan, karena ketika sudah mengetahui kualitas tersebut dapat mengetahui keamanan dan daya tahan dari rebar beton tersebut. Jika Anda ingin tahu lebih dalam tentang alat Rebar Corrosion Detector silakan klik disini.

      Rebar Corrosion Detector
      Rebar Corrosion Detector

      4. Concrete Test Hammer

      Concrete test hammer adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur kekerasan pada beton. Cara kerja alat ini adalah dengan rebound (pantulan) palu (hammer) yang digunakan dalam alat terebut. Jika Anda ingin tahu lebih dalam tentang alat Concrete Test Hammer silakan klik disini.

      Concrete Test Hammer


      Bagian - Bagian Jangka Sorong

      Pada pembahasan kali ini saya akan menjelaskan beberapa bagian - bagian jangka sorong, Jangka sorong memiliki 8 bagian yaitu :


      Bagian-Bagian jangka sorong
      Bagian-bagian jangka sorong
      1. Rahang dalam


      Terdiri dari rahang geser dan rahang tetap. Rahang dalam memiliki fungsi untuk mengukur dimensi luar atau sisi bagian luar sebuah benda misal tebal, lebar sebuah benda kerja.


      2. Rahang luar

      Terdiri dari rahang geser dan rahang tetap. Rahang luar memiliki fungsi untuk mengukur diameter dalam atau sisi bagian dalam sebuah benda misalnya diamater hasil pengeboran. ( pada gambar ditunjukkan dengan nama pengukuran dalam ).


      3. Depth probe atau pengukur kedalaman

      Seperti namanya bagian ini mempunyai fungsi untuk mengukur kedalaman sebuah benda.


      4. Skala Utama (dalam cm)

      Skala utama dalam bentuk satuan cm memiliki fungsi untuk menyatakan ukuran utama dalam bentuk centimeter (cm).


      5. Skala utama (dalam inchi)

      Skala utama dalam bentuk satuan inchi memiliki fungsi untuk menyatakan ukuran utama dalam bentuk inchi.


      6. Skala nonius (dalam mm)

      Skala nonius dalam bentuk milimeter berfungsi sebagai skala pengukuran fraksi dalam bentuk mm.


      7. Skala Nonius (dalam inchi)

      Skala nonius dalam bentuk inchi berfungsi sebagai skala pengukuran fraksi dalam bentuk inchi..


      8. Pengunci

      Mempunyai fungsi untuk menahan bagian-bagian yang bergerak saat berlangsungnya proses pengukuran misal rahang dan Depth probe.