Jenis Pengujian Mesin UTM Part 2

Pada artikel sebelumnya kami sudah menuliskan artikel tentang beberapa jenis pengujian mesin UTM, berikut ini lanjutan beberapa jenis pengujian yang mampu digunakan dengan mesin UTM di antaranya :

6. Puncture test
Pengujian ini dilakukan dengan cara menempatkan sampel pada bagian bawah dari alat area pengujian berbentuk lingkaran tersebut diamankan dengan parameter agar tetap berlubang. Kemudian menggunakan probe yang berbentuk runcing yang akan bergerak kebawah hingga probe menusuk bahan pengujian. Hasil dari pengujian ini akan dihitung dalam bentuk gaya maksimum yang dibutuhkan untuk menusuk material.

7. 3 point bending Test
Pengujian
bending dilakukan dalam metode uji tekan, material akan ditahan menggunakan 2 penyangga pada kedua ujungnya, setelah itu plugger akan menerapkan gaya tekanan pada bagian tengah dari material hingga material mengalami kerusakan. Hasil akhir dari pengujian ini akan dihitung dalam bentuk modulus elastisitas.

Jenis Pengujian Mesin UTM Part 2

8. Co-efficient of Friction Test
Uji gesakan ini dilakukan untuk menentukan kehalusan pada 2 material dengan cara menggeser salah satu bahan menuju ke bahan lainnya. Hasil pengujian yang akan diamati adalah koefisien dari gaya statis (gaya awal) serta koefisien gesekan kinetic.


9. Spring Test

Pengujian ini dilakukan pada sebuah pegas dalam metode uji tegang dan tekan, tergantung pada pengaplikasian pada pegas dalam metode tekan, pegas akan ditaruh diantara 2 pelat hingga titik kompresi hingga mencapai titik kompresi yang sudah ditentukan. Ada 2 hasil pengukuran pada metode ini yakni :
- Beban/gaya pada titik tekan yang sudah ditentukan
- Laju dari pegas atau beban per millimeter

Di dalam metode ketegangan, pegas akan ditempatkan pada sebuah kait yang akan menarik pegas hingga mencapai batas tegangan yang sudah ditentukan. Hasil akhir dari pengukuran akan diamati pada bagian seberapa batasan pegas menahan tegangan yang diberikan.

10. Food Texture Analysis
Di dalam industri makanan, mesin UTM akan digunakan sebagai mesin analisa tekstur pada makanan, tentu dengan beberapa penyesuaian yang diberikan pada alat. Pada pengujian makanan, sejauh ini tidak ada standar yang diberikan karena setiap makanan yang dibuat memiliki tektur, bahan dan rasa yang berbeda beda. Jadi setiap perusahaan akan membuat standar mereka sendiri yang hanya dapat diterapkan di dalam restoran atau pabrik mereka. Untuk perlengkapan mesin UTM pada metode ini digunakan berbagai macam perlengkapan seperti pisau, probe yang berbentuk seperti bola, probe silinder dan probe kerucut yang mana beberapa perlengkapan tersebut juga tersedia dalam berbagai macam diameter.

 

Jenis Pengujian Mesin UTM Part 1

Mesin Universal Testing Machine dapat digunakan untuk beberapa jenis pengujian, berikut ini beberapa jenis pengujian mesin UTM :

  • Tensile Test (Uji Tarik)
    Tesnsile test pengujian yang paling sering digunakan untuk mesin UTM, pengujian tensile test merupakan pengujian dengan metode tarik. Umumnya jenis pengujian ini digunakan pada bahan atau material plastik, logam dan karet . Pengujian dilakukan dengan cara menjepit bahan atau material pada grip UTM.
  • Compression Test (Uji Tekan)
    Compression test yaitu pengujian tekan yang menggunakan alat compression platens. Dimana alat ini hanya dapat digunakan oleh bahan atau material yang memiliki ukuran sama. Adapun cara kerja uji tekan alat ini berbeda dengan uji tarik, karena alat pengujian ini akan bergerak menuju ke bawah dengan menekan benda secara vertikal. 
  • Bond Strength Test (Uji Kekuatan Ikat)
    Biasanya jenis uji ini dilakukan untuk menguji pada ikatan suatu benda. Adapun hasil pengujian ini akan diukur dengan bentuk gaya rata-rata. Kemudian akan dilakukan pemeriksaan pada hasil pengujian dalam bentuk sebuah grafik.
  • Gliding Force Test (Uji Gaya Lepas atau Meluncur)
    Jenis pengujian keempat adalah gliding force test yang merupakan uji pemeriksaan pada kehalusan pada dua permukaan. Umumnya pengujian ini dilakukan dengan dua metode yaitu tarik dan uji tekan. Namun sebenarnya hal ini tergantung pada benda yang akan diuji.
  • Seal Strength Test (Uji Kekuatan Segel)
    Untuk jenis pengujian kedua yaitu seal strength test. Dimana pengujian ini dilakukan untuk mengukur kekuatan pada sebuah segel yang terdapat pada benda seperti paket maupun kemasan. Pengujian ini biasanya dilakukan pada sebuah paket dengan menggunakan alat heat sealer dengan temperatur yang lebih spesifik. 

Jenis Pengujian Mesin UTM Part 1

 

Alat Ukur Getaran Vibration Meter PCE-VM 20

Alat ukur getaran adalah suatu alat yang dipakai untuk mengukur getaran dari suatu mesin sebagai reaksi adanya gaya bisa gaya yang dihasilkan dari suatu mesin ataupun gaya luar gaya yang berasal dari luar mesin atau sekitarnya. Alat Ukur Getaran digunakan juga untuk mengukur pergerakkan atau getaran secara berkala dan untuk memeriksa ketidakseimbangan dan kesalahan gerak mesin. Alat ini biasa digunakan untuk mengukur getaran suatu mesin seperti motor, pompa, dan mesin bergetar lainnya, terutama dalam dunia industri.

Terdapat dua jenis Vibration Meter:

  • Mengukur dampak getaran mesin terhadap manusia (Human Vibration)
  • Mengukur berapa besar paparan mesin (Portable Vibration Meter)

Spesifikasi :

Vibration acceleration0 ... 200 m/s², RMS and Peak-Peak
Vibration velocity0 ... 200 mm/s, RMS
Vibration displacement0 ... 2000 μm, Peak-Peak


  
Accuracy vibration± 5%


  
Operating modesVibration, temperature, speed
Representable measured variablesFrequency
 Vibration acceleration
 Vibration velocity
 Vibration
 FFT spectrum
 
  
UnitsMetric
 Hz, mm/s², mm/s, μm, RPM, Hz
 
  
InterfaceUSB 2.0
Storage4GB micro SD card
Battery lifeUp to 8 h continuous operation
Battery typeLithium polymer
Display128 x 160 pixel color LCD
Environmental conditions-10 ... 55°C / 14 ... 131°F
 ≤ 80% RH not condensing
Dimensions132 x 70 x 33 mm / 5.2 x 2.8 x 1.3 in (L x W x D)
WeightAbout 150 g / < 1 lb 
  
Handset: must not be exposed to strong vibrations, magnetic fields, corrosive media or dust
  
Technical data for the vibration sensor
Sensitivity100 mV / g
Frequency response (± 3 dB)0.5 ... 15,000 Hz
Frequency response (± 10%)2.0 ... 10,000 Hz
Dynamic range± 50 g, peak
Power supply (IEPE)18 ... 30V DC
Constant current source2 ... 10-mA
Spectral noise at 10 Hz14 μg / √Hz
Spectral noise at 100 Hz2.3 μg / √Hz
Spectral noise at 1000 Hz2 μg / √Hz
Output impedance< 100 Ω
Bias voltage10 ... 14V DC
Housing insulation> 100 MΩ
Environmental conditions-50 ... 121 °C / -58 ... 249.8 °F
Maximum impact protection5000 g, peak
Resonant frequency23,000 Hz
Housing material316L stainless steel
Connection2 Pin MIL-C-5015
ProtectionIP68
Weight90 g / < 1 lb


Fungsi Mesin Uji Tarik UTM

Universal Testing Machine (UTM) adalah sebuah alat uji untuk mengetahu nilai tegangan tarik dan niali kekuatan tekan material. Karena sebuah kualitas produk tidak bisa diproduksi dengan mengandalkan perkiraan saja. Hal ini menjadi sangat penting karena berkaitan dengan nama baik brand produsen apabila di kemudian hari ditemukan cacat produksi.

Universal Testing Machine merupakan sebuah alat uji yang telah terbukti dapat melakukan uji tarik dengan jumlah yang standar dan tes kompresi pada bahan, komponen, dan struktur. Dengan demikian UTM adalah alat uji yang sangat tepat untuk mengetahui tingkat kualitas pada material. UTM akan memberikan informasi seberapa besar pengukuran terhadap material agar memenuhi standar. Sehingga produk yang  diproduksi  dapat tercapai dengan sempurna tanpa cacat produksi.

 

Fungsi Mesin Uji Tarik UTM

Banyak jenis benda yang dapat diuji oleh UTM. Antara lain dapat menguji  material logam, plastik, kayu, kawat, baja kertas dan material lainnya. Adapun Kapsitas UTM yang digunakan adalah 5 kN, 100 kN, dan 1000 kN. Parameter yang dihasilkan dari nmesin Universal Testing Machine baik untuk uji tarik maupun uji tekan berupa modulus elastisitas (modulus Young), kuat luluh (yield strength), kuat maximum tekan/tarik (ultimate strength), kuat putus (break strength), regangan luluh (yield strain), regangan di titik maksimum tekan/tarik (ultimate strain), regangan putus (break strain/ % elongation at break).

Alat Uji Kekerasan Karet Sepatu

 Deskripsi :

The PCE-DDD 10 hardness tester is an ergonomic device to check Shore D hardness in materials such as hard rubber and thermoplastic. It has been designed with a high quality.  The hardness tester (as all test instruments) comes manufacturer calibrated and can additionally be certified to ISO. If the material thickness is not enough, it should be layered and tightened on the back with the same material in order to increase its thickness.
 
- Handheld device
- Digital display
- Plastic case included
- For Shore D measurements
- Large display
- Single and Serial Measurements
- Data transfer to pc
 

 
Alat Uji Kekerasan Karet Sepatu

Spesifikasi :
 
Measurement range   0 ... 100 Shore D
Resolution 0.1
Accuracy < ± 1
Indenter

 35°± 0.25°

Memory Saves up to 500 measurements
Dimensions 153 x 50 x 29 mm / 6 x 1.9 x 1.1 in (main body)
Weight Approx. 300 g / < 1 lb
Power supply 3.6V rechargeable Ni-MH battery
Max. operating time Up to 20 h continuous use at full charge
Charging time Approx. 3 h
Standards GB/T 531.1, ISO7619-1, ASTM D 2240
 








     

Alat Uji Kekerasan Karet PCE-DD-D

Deskripsi :

PCE-DD-D is a Shore D durometer or hardness tester used to measure the Shore hardness of materials such as hard rubber, hard resin, acrylic, glass, thermoplastic and more. This Shore D durometer uses an impact rod with a 30º conical point and 50 Newtons (N) of force to make a surface indentation on material samples with a minimum thickness of 6 mm or 0.24 in. (Note: If a material sample does not meet the minimum thickness required, the sample should be reinforced on the back with more of the same material).

- For Shore D hardness testing
- Ideal for use with hard rubber, hard resin, acrylic, glass, thermoplastic, etc.
- Handheld, portable, digital measuring device
- Measurement range: 0 ... 100 Shore D
- Accuracy: ± 2 Hardness - Grade
- Large, easy-to-read display
- Hold functionality

Alat Uji Kekerasan Karet PCE-DD-D

 

Spesifikasi :

Measurement range0 ... 100 Shore D
Resolution0.5 Hardness - Grade
Accuracy± 2 Hardness - Grade
Depth of indentation  0.0 ... 2.5 mm / 0.0 ... 0.01 in
Pressure force5 kg / 11.02 lbs
Indenter30°
Dimensions85 mm x 60 mm x 25 mm / 3.3 in x 2.36 in x 0.4 in
Power supply1 x 1.5V (SR44)
Weight300 g / < 1 lb

 

Jual Alat Ukur Ketebalan Kaca PCE-TG50

Deskripsi :

PCE-TG 50 is a compact ultrasonic thickness tester or gauge used to measure the thickness of metal, glass, plastic and other homogeneous materials. This portable handheld material thickness gauge operates with an external ultrasonic contact transducer sensor probe and requires the use of coupling gel or paste. The probe directs ultrasonic waves through the coupling gel into the material to be tested. Since different materials conduct ultrasound at different speeds or velocities, the PCE-TG 50 material thickness gauge allows for ultrasound velocity adjustments to accommodate a wide variety of material testing applications.

With the PCE-TG 50 ultrasonic material thickness gauge, you can determine the thickness of metal, glass, plastic and other homogeneous materials in seconds. Operation of the ultrasonic material thickness gauge is easily carried out via the seven-button interface. Using the integrated calibration block, the measuring device can be calibrated onsite or in the field with minimal effort. Measured values ​​can be transferred to a PC using the optional software and connection cable (sold separately - see accessories for details). The software also offers the possibility to export the data into Microsoft Excel.


- Measurement range: 1.2 ... 200.0 mm / 0.05 ... 7.87 in (steel)
- Accuracy: ± 0.5% of rdg. ± 0.1 mm / ± 0.00393701 in
- Resolution: 0.1 mm / 0.001 in
- Ultrasound velocity (adjustable): 800 ... 9950 m/s / 2624.67 ... 32644.36 ft/s
- Adjustable ultrasound velocity (for thickness measurements of different materials)
- Requires use of contact gel or paste
- Features an integrated steel calibration block and user-friendly DIY calibration procedure
- Optional software and connection cable (sold separately) for data transfer to a PC - see accessories for details


 

Spesifikasi :

Measurement range           1.2 ... 200 mm / 0.05 ... 7.87 in (steel)
Accuracy± 0.5% of rdg. ± 0.1 mm / ± 0.00393701 in
Transducer5 MHz frequency, 8 mm / 0.32 inch diameter; Probe support surface: 10.2 mm / 0.4 in diameter; Head: 15.4 mm diameter / 0.61 in
Resolution0.1 mm / 0.001 in
Ultrasound velocity800 ... 9950 m/s / 2624.67 ... 32644.36 ft/s (adjustable)
Display4-digit LCD
Operating conditions-10 ... 50°C / 14 ... 122°F; Relative humidity: < 80% RH
Calibration block5.0 mm / 0.2 in steel (integrated)
Measuring unitsmm or in (adjustable)
Material temperature0 ... 50°C / 32 ... 122°F (permanent); 50 ... 85°C / 122 ... 185°F (for 5 minutes, then 30 minutes cooling below 50° C / 122°F)
Data interfaceRS-232 port
Power supply3 x 1.5V AAA batteries (approx. 250 hours of battery life)
DimensionsApprox. 142 x 77 x 40 mm / 5.6 x 3.1 x 1.6 inches (handset)
WeightApprox. 265 g / < 1 lb (handset with batteries and probe)